SENDAWAR – Beroperasinya penerbangan Wings Air rute Samarinda–Melak dan Melak–Samarinda dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Barat.
Kehadiran akses transportasi udara tersebut diyakini membuka peluang investasi, memperlancar mobilitas pelaku usaha, hingga memperkuat konektivitas daerah dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.
Penerbangan perdana resmi dilaksanakan Rabu (17/6/2026), ditandai dengan penyambutan pesawat di Bandara Melalan, Kecamatan Barong Tongkok.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan bahwa sektor transportasi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, semakin terbuka akses menuju Kutai Barat, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat berkembang.
“Transportasi merupakan urat nadi pembangunan. Ketika akses semakin terbuka, maka peluang ekonomi, investasi, pendidikan, pelayanan publik hingga sektor pariwisata juga akan ikut berkembang. Karena itu, kehadiran penerbangan ini menjadi langkah penting bagi kemajuan Kutai Barat,” ujar Frederick.
Ia menilai penerbangan langsung menuju Samarinda akan memangkas waktu perjalanan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha. Akses yang lebih cepat juga akan memperkuat hubungan Kutai Barat dengan pusat pemerintahan provinsi dan kawasan ekonomi lainnya.
“Ini bukan hanya soal hadirnya pesawat yang mendarat di Melalan, tetapi tentang bagaimana kita membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat. Semakin mudah orang datang ke Kutai Barat, semakin besar pula peluang daerah ini berkembang,” katanya.

Frederick juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan, UPBU Bandara Melalan, Wings Air, Dinas Perhubungan Kutai Barat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam merealisasikan pembukaan rute tersebut.
Kepala Kantor UPBU Kelas III Melalan Melak, Bernard Repelita Purba, menyebut penerbangan Samarinda–Melak memiliki nilai strategis karena menjadi penghubung berbagai aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Pembukaan rute ini bukan sekadar menambah layanan penerbangan. Ini adalah jembatan yang memperkuat hubungan bisnis, membuka peluang pariwisata, serta memudahkan masyarakat untuk saling terhubung,” ungkap Bernard.
Menurutnya, keberadaan penerbangan langsung tidak hanya memperpendek jarak tempuh, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih dinamis.
Optimisme serupa disampaikan Direktur Safety Wings Air, Iyus Susianto. Ia melihat tingginya antusiasme masyarakat pada penerbangan perdana sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan rute tersebut.
“Potensi rute ini sangat bagus. Apalagi ke depan Kalimantan Timur akan semakin berkembang dengan adanya IKN. Mobilitas masyarakat tentu akan semakin meningkat dan Kutai Barat memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari pertumbuhan itu,” ujarnya.
Iyus menjelaskan, masyarakat Melak kini dapat lebih mudah menjangkau berbagai kota di Indonesia melalui jaringan penerbangan Lion Air Group dengan koneksi dari Samarinda.
“Kami berharap rute ini dapat terus berjalan dan berkembang. Dukungan masyarakat menjadi kunci utama agar penerbangan ini tetap beroperasi dan memberi manfaat jangka panjang bagi daerah,” katanya. (Adv/Diskominfo Kubar)
Tidak ada komentar