Pemecatan Kepala SPPG Penyebab Keracunan MBG Tunggu Bukti Pelanggaran SOP

Admin
11 Agu 2026 22:18
Bontang 0
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Bontang – Puluhan siswa sudah mengalami mual, muntah hingga pusing setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bahkan dihentikan sementara.

Namun, kepala SPPG yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program belum dicopot.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Kaltim, Paska Pakpahan, mengatakan pencopotan kepala SPPG tidak bisa dilakukan begitu saja. Pemerintah masih menunggu hasil identifikasi untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

“Kalau kepala SPPG-nya, ketika ada kejadian fatal, sekarang sudah berubah namanya dari kejadian menonjol menjadi kejadian fatal, maka secara otomatis akan dilakukan pencopotan,” tegas Paska saat diwawancarai, Selasa (11/8/2026).

Dengan kata lain, nasib kepala SPPG masih bergantung pada hasil evaluasi. Siswa sudah mengalami gangguan kesehatan, tetapi urusan pencopotan masih menunggu satu hal: apakah ada SOP yang dilanggar.

Evaluasi tersebut akan menyasar kepala SPPG dan pengawas gizi. Jika kepala SPPG terbukti tidak menjalankan tugas sesuai SOP, pencopotan dapat dilakukan. Sementara pengawas gizi yang dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan akan diberikan surat peringatan.

Di sisi lain, dua SPPG yang berkaitan dengan kejadian di Bontang sudah lebih dulu menghentikan operasionalnya. Keduanya yakni SPPG Bontang Utara 2 di Api-Api dan SPPG Bontang Selatan 5 di Berbas 3.

Belum diketahui kapan dua dapur tersebut kembali beroperasi. Paska menyebut keputusan tersebut masih menunggu hasil evaluasi dan pertimbangan pimpinan.

“Lamanya tergantung hasil dan pertimbangan dari pimpinan,” katanya.

Jika hasil evaluasi nantinya menemukan pelanggaran fatal, pergantian kepala SPPG disebut dapat dilakukan langsung.

“Kalau arahannya pimpinan langsung copot. Tinggal kita lakukan pergantian saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bontang telah menggelar rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Gedung Tiga Dimensi, Selasa (11/8/2026).

Rapat tersebut digelar setelah sejumlah siswa dan guru penerima manfaat mengeluhkan mual hingga muntah usai menyantap MBG sehari sebelumnya.

Dua pengelola SPPG diminta memaparkan proses pengolahan hingga pendistribusian makanan. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, meminta seluruh tahapan tersebut dijelaskan secara rinci.

“Kita mau tahu secara SOP seperti apa dan menu apa yang diberikan,” ujarnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x