Ilustrasi animasi.BONTANG – Perubahan mulai terasa di ruang-ruang kelas sekolah Kota Bontang. Metode belajar yang selama ini mengandalkan papan tulis konvensional perlahan bergeser ke penggunaan layar digital interaktif atau papan pintar.
Kehadiran perangkat tersebut membawa suasana belajar yang lebih dinamis. Guru kini tidak hanya menulis materi di papan, tetapi juga bisa menampilkan video, gambar, animasi, hingga materi interaktif yang membuat siswa lebih mudah memahami pelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan transformasi ini menjadi bagian dari upaya mendorong digitalisasi pendidikan di sekolah-sekolah.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong digitalisasi pendidikan di sekolah-sekolah,” katanya, Jumat (24/4/2026).
Menurut dia, penggunaan papan pintar membuat proses pembelajaran lebih efektif karena siswa dapat berinteraksi langsung dengan materi yang ditampilkan.
Selain itu, teknologi ini menjadi solusi agar siswa tetap mendapatkan pengalaman belajar modern tanpa harus membawa gawai pribadi ke sekolah.
“Memang belum semua sekolah mendapatkan fasilitas ini, tapi yang sudah kami bagikan cukup membantu proses belajar, dengan tetap diawasi oleh guru,” jelasnya.
Tak hanya menghadirkan papan pintar, pemerintah daerah sebelumnya juga telah menyalurkan sekitar 3.000 tablet kepada siswa SMP negeri, khususnya kelas VIII dan IX.
Seluruh perangkat tersebut digunakan di lingkungan sekolah dengan pengawasan guru agar pemanfaatannya tetap tepat sasaran dan mendukung kegiatan belajar.
Disdikbud menilai langkah digitalisasi ini penting agar dunia pendidikan di Bontang mampu menyesuaikan perkembangan zaman.
Melalui pemanfaatan teknologi, proses belajar mengajar diharapkan menjadi lebih menarik, interaktif, dan mampu meningkatkan kualitas pemahaman siswa di kelas. (ns/sr)
Tidak ada komentar