SENDAWAR – Sebanyak 158 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan mulai melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Bupati Kubar Frederick Edwin meminta masyarakat dan pelaku usaha memberikan data yang jujur serta lengkap agar hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi daerah.
Pesan itu disampaikan Frederick saat menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, sensus ekonomi menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk mengetahui perkembangan dunia usaha sekaligus menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Ia menegaskan petugas sensus yang datang ke masyarakat bukan untuk mempersulit aktivitas usaha maupun kehidupan warga. Pendataan dilakukan agar seluruh kegiatan ekonomi yang berlangsung di Kubar dapat tercatat secara akurat.
“Berikanlah informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus yang datang. Kehadiran petugas sensus bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan bahwa setiap aktivitas ekonomi masyarakat tercatat dengan baik demi kepentingan pembangunan bersama,” ujarnya.
Frederick juga mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menyukseskan pelaksanaan sensus, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, ketua RT, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, hingga media massa.
Menurutnya, keberhasilan pendataan tidak hanya bergantung pada petugas lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
Data yang terkumpul nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, termasuk program pemberdayaan usaha, peningkatan investasi, hingga penguatan sektor ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kubar, Lutfi Muta’ali, menjelaskan seluruh petugas sensus yang diterjunkan berasal dari kampung-kampung yang berada dekat dengan wilayah tugas masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan agar proses pendataan berjalan lebih efektif karena petugas telah memahami kondisi sosial dan geografis di lapangan.
Sebelum diterjunkan, seluruh petugas telah mengikuti pelatihan secara daring dan pelatihan tatap muka selama tiga hari untuk memperdalam pemahaman mengenai konsep, definisi, serta tata cara pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026.
“Dengan penajaman materi tersebut diharapkan menghasilkan petugas yang berkualitas sehingga data yang dikumpulkan benar-benar akurat dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan maupun evaluasi pembangunan ke depan,” kata Lutfi.
Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Metode yang digunakan adalah door to door dengan menyasar rumah tangga yang memiliki aktivitas usaha ekonomi di seluruh wilayah Kutai Barat. (Adv/Diskominfo Kubar)
Tidak ada komentar