Direktur Utama PDAM Tirta Taman Kota Bontang, Suramin. (Nur/Memonesia)MEMONESIA.COM, Bontang – Gangguan distribusi air bersih di Bontang mulai berlangsung berhari-hari. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Kota Bontang mengakui ada pelanggan yang harus menunggu hingga satu pekan tanpa aliran air.
Sebagai langkah penanganan, Perumda menyiapkan layanan dropping air menggunakan mobil tangki. Layanan tersebut diberikan gratis, terutama bagi pelanggan yang mengalami gangguan paling parah.
Direktur Utama Perumda Tirta Taman Kota Bontang, Suramin, mengatakan gangguan pelayanan masih diupayakan agar tidak berlangsung terlalu lama. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sebagian pelanggan harus menghadapi gangguan hingga beberapa hari.
“Pelanggan kita mungkin ada yang sampai dua hari, tiga hari, bahkan mungkin ada yang seminggu,” kata Suramin, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, pelanggan yang mengalami gangguan cukup lama dapat meminta bantuan melalui layanan dropping air. Perumda akan mengerahkan armada tangki untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.
“Konsekuensinya kalau ada daerah yang benar-benar kekeringan, Perumda akan turun untuk suplai tangki dengan gratis tidak dipungut biaya,” tegasnya.
Perumda Tirta Taman saat ini memiliki tiga unit mobil tangki. Jumlah armada tersebut membuat dropping air tidak bisa dilakukan secara bersamaan ke seluruh wilayah yang mengalami gangguan.
Selain keterbatasan armada, pengerahan tangki juga membutuhkan biaya operasional, termasuk bahan bakar minyak (BBM). Karena itu, distribusi air melalui mobil tangki diprioritaskan untuk wilayah dengan kondisi paling kritis.
Suramin mencontohkan kondisi di Kampung Timur. Wilayah tersebut disebut mengalami gangguan air hingga satu minggu sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kasus-kasus yang sudah sampai beberapa hari belum mendapatkan layanan, itu kita dropping tangki seperti di Kampung Timur yang tidak ada air sampai satu minggu, mereka tidak bisa masak,” jelasnya.
Jika kemarau berlangsung lebih panjang, Perumda mempertimbangkan pola distribusi air melalui RT. Warga di wilayah yang mengalami krisis air dapat dihimpun berdasarkan kebutuhan, kemudian pasokan dikirim menggunakan mobil tangki untuk dibagikan kepada masyarakat.
Skema tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila gangguan pasokan terus terjadi dan kebutuhan air warga meningkat.
Suramin juga meminta pelanggan yang mengalami gangguan tidak hanya menunggu, tetapi segera melaporkan kondisi tersebut kepada Perumda. Laporan perlu mencantumkan nama, alamat lengkap, serta persoalan yang dialami agar petugas dapat menentukan penanganan.
“Tinggal hubungi melalui WA kami 081253787420, insyaallah akan segera ditindaklanjuti,” tandasnya. (*)
Tidak ada komentar