Musrenbang Tematik, Wabup Kubar Komitmen Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok

Admin
10 Jun 2026 12:52
3 menit membaca

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan daerah dapat dirasakan hingga ke pelosok dan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani saat membuka Musrenbang Tematik Kelompok Rentan dalam rangka penyusunan RKPD Kubar Tahun 2027, Rabu (10/6/2026).

Menurut Nanang, pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu atau sekadar mengejar pembangunan fisik. Pemerataan manfaat pembangunan hingga ke tingkat kampung dan kelompok masyarakat rentan harus menjadi prioritas utama.

“Prinsip yang diusung adalah Leave No One Behind, tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal, terpinggirkan, atau tidak mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasinya dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor BKAD Kubar itu dihadiri Plt Kepala BKAD Erik Victory, Kepala Dinas Sosial Adolfus Edhardus Pontus, Kepala Dispora Gamas Laden, Wakil Ketua TP PKK Dewi Hairiah Nanang Adriani, jajaran perangkat daerah, camat, serta perwakilan kelompok rentan yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui Zoom.

Nanang menjelaskan Musrenbang Tematik merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 000.8/726/SJ tanggal 27 Januari 2026 yang menekankan pentingnya perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif, inklusif, dan berkeadilan.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, capaian indikator makro, maupun pembangunan infrastruktur. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat merasakan dampak pembangunan secara merata.

Karena itu, pemerintah daerah harus memahami kebutuhan warga secara tepat agar program yang disusun benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

“Kalau masyarakat membutuhkan kopi, jangan diberi kacang tanah. Artinya kebutuhan masyarakat harus dipahami secara tepat agar pembangunan benar-benar berdampak,” ujarnya.

Melalui Musrenbang Tematik tersebut, Pemkab Kubar memberikan ruang bagi perempuan, penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, masyarakat adat, serta masyarakat miskin ekstrem untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka secara langsung kepada pemerintah.

Nanang menegaskan berbagai program yang menyasar kelompok rentan akan terus diperkuat, mulai dari pemberdayaan ekonomi perempuan, perlindungan perempuan dan anak, penyediaan fasilitas publik ramah disabilitas, peningkatan pelayanan lansia, perlindungan sosial masyarakat miskin ekstrem, hingga peningkatan akses pendidikan dan kesehatan.

“Suara yang disampaikan hari ini akan menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPD Tahun 2027 sehingga pembangunan Kubar semakin inklusif, adil dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Bappedalitbang Kubar Florensius Steven mengatakan Musrenbang Tematik menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya prinsip Leave No One Behind.

Menurutnya, forum tersebut sengaja disiapkan agar kelompok rentan dapat menyampaikan langsung pengalaman, kebutuhan, dan berbagai tantangan yang mereka hadapi sehingga program pembangunan yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

“Melalui forum ini kami ingin mendengar langsung dari sumbernya, bukan sekadar menebak-nebak kebutuhan masyarakat. Setiap masukan yang disampaikan memiliki nilai penting dalam menyempurnakan perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya. (Adv/Diskominfo Kubar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x