Jembatan hingga RS Masuk Prioritas, Pemkab Kubar Siapkan Proyek Rp2,5 Triliun

Admin
28 Jul 2026 10:17
2 menit membaca

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) menyiapkan proyek pembangunan senilai sekitar Rp2,52 triliun untuk periode 2027–2029. Anggaran jumbo itu akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur strategis, mulai dari jembatan, jalan, pelabuhan, rumah sakit, hingga fasilitas pendidikan guna memperkuat konektivitas dan pelayanan publik.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin dalam Rapat Paripurna X DPRD Kubar, Selasa (28/7/2026). Seluruh proyek diusulkan menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyears) karena membutuhkan waktu pengerjaan lebih dari satu tahun anggaran.

Frederick mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan RPJMD Kubar 2025–2029. Menurutnya, peningkatan konektivitas antarwilayah menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas akses pelayanan masyarakat.

“Sistem kontrak tahun jamak dipilih agar pelaksanaan proyek-proyek strategis dapat berjalan berkesinambungan, lebih efektif, dan akuntabel,” ujarnya.

Dalam rencana tersebut, dua jembatan menjadi proyek prioritas, yakni Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) serta Jembatan Sungai Nyuatan di Kampung Sembuan.

Selain itu, Pemkab juga merancang pembangunan Jalan Bung Karno–Simpang Ombau–Juaq Asa–Linggang Amer–Mencelew beserta penanganan titik longsor di ruas tersebut. Jalan Melapeh–Temula juga masuk dalam daftar pembangunan.

Perbaikan jaringan jalan turut menyasar sejumlah wilayah lain, seperti ruas Anah–Long Daliq, Melak–Muara Beloan, Simpang TSA–Jerang Melayu, Simpang Marimun–Muara Batuq, hingga beberapa koridor yang menghubungkan kawasan Linggang, Sekolaq Darat, Sumber Sari, Tering Seberang, dan Muyub Ilir.

Tak hanya infrastruktur darat, pemerintah juga memasukkan pembangunan Pelabuhan Royoq sebagai bagian dari strategi memperkuat akses transportasi dan distribusi barang di Kubar.

Di sektor pelayanan publik, Pemkab menyiapkan renovasi sekaligus pengembangan Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar (HIS), pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), serta prasarana Politeknik Sendawar untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan.

Sejumlah fasilitas penunjang lainnya juga direncanakan dibangun, antara lain Menara Katulistiwa Long Iram, Kristen Center, Turap Katolik Center, kolam renang beserta fasilitas pendukung di kawasan GOR Desnan, hingga Gereja Katolik Linggang Bigung.

Frederick menjelaskan, usulan proyek multiyears ini merupakan penyempurnaan dari rencana sebelumnya yang sempat disusun untuk periode 2026–2028. Penyesuaian dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi kebutuhan teknis, perubahan pembiayaan, serta perkembangan harga yang memengaruhi nilai proyek.

Karena itu, pelaksanaan diarahkan menjadi 2027–2029, sekaligus menggantikan kesepakatan sebelumnya yang telah disusun bersama DPRD.

Meski demikian, seluruh rencana pembangunan tersebut masih harus dibahas bersama DPRD Kutai Barat sebelum dapat dijalankan. Pemerintah memastikan proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek akan tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Adv/Diskominfo Kubar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x