Tarif Bus Patas Bontang-Balikpapan Naik Rp50 Ribu Mulai 10 September

Admin
3 Sep 2026 10:08
Bontang 0
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Bontang – Penumpang bus patas rute Bontang–Balikpapan harus menyiapkan biaya perjalanan lebih besar mulai 10 September 2026. Tarif yang sebelumnya Rp175 ribu per orang naik menjadi Rp225 ribu.

Kenaikan tarif sebesar Rp50 ribu tersebut berlaku untuk perjalanan Balikpapan–Bontang maupun sebaliknya. Penyesuaian dilakukan di tengah meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan operator untuk menjaga operasional armada.

Perwakilan Patas Bontang, Dewi, mengatakan kenaikan harga terutama dipicu melonjaknya biaya suku cadang kendaraan dan kebutuhan operasional bus. Sejumlah komponen bahkan disebut mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.

“Kami naikkan Rp50 ribu dari harga awal, karena kenaikan BBM, serta spare part bus yang naik hingga dua kali lipat,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Dewi, biaya perawatan armada menjadi salah satu beban terbesar. Penggantian komponen seperti kampas rem dan ban dilakukan secara rutin agar kondisi kendaraan tetap layak digunakan untuk perjalanan antarkota.

“Kami rutin ganti kampas dan ganti ban, kalau harganya naik dua kali lipat, operasional enggak nutup, makanya kami naikkan juga harganya jadi Rp225 ribu,” jelasnya.

Dewi menyebut tarif Rp175 ribu sebenarnya telah lama dipertahankan. Bahkan ketika harga solar mengalami kenaikan, operator masih memilih tidak melakukan penyesuaian tarif kepada penumpang.

Namun, lonjakan harga suku cadang dalam beberapa waktu terakhir membuat biaya operasional semakin sulit ditekan. Kondisi tersebut akhirnya mendorong operator mengambil keputusan untuk menaikkan tarif.

Meski tarif baru mulai berlaku 10 September, penumpang masih memiliki kesempatan mendapatkan harga lama. Tiket yang dipesan sebelum tanggal tersebut untuk perjalanan setelah 10 September tetap dikenakan tarif Rp175 ribu.

“Kalau pesan dari sekarang atau sebelum tanggal 10, untuk tanggal di atas tanggal 10 harga tetap sama masih Rp175 ribu,” tambahnya.

Di tengah penyesuaian harga, operator menyatakan pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi perhatian dalam operasional bus patas.

Dewi mengakui kenaikan tarif berpotensi memengaruhi keputusan masyarakat untuk menggunakan layanan tersebut. Namun, menurutnya, penyesuaian harga menjadi pilihan yang harus diambil agar operasional armada tetap dapat berjalan.

“Mau enggak mau ya sebenarnya, dilihat aja kalau masih ada yang mau naik patas ya Alhamdulillah,” imbuhnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x