DPRD Minta Proyek Lanjutan Lapangan Hop I Senilai Rp17 Miliar Prioritaskan Panggung Seni

Admin
10 Agu 2026 15:43
Bontang 0
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Bontang – DPRD Bontang meminta pembangunan panggung seni diprioritaskan dalam proyek lanjutan Lapangan Hop I yang menelan anggaran Rp17,5 miliar. Usulan itu muncul karena anggaran yang tersedia dinilai belum cukup untuk membiayai seluruh fasilitas yang direncanakan.

Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengkaji ulang sejumlah pekerjaan dalam proyek tahap kedua tersebut.

Menurut dia, pembangunan panggung seni lebih penting untuk diprioritaskan karena dapat menjadi ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan.

“Karena anggarannya tidak cukup, makanya kami minta dikaji apakah ada kegiatan lain yang bisa dialihkan, misalnya seperti pembangunan pagar belakang,” kata Andi saat meninjau Lapangan Hop I, Senin (10/8/2026).

Andi juga mengingatkan risiko jika pembangunan pagar dilakukan lebih dulu, sementara panggung seni baru dikerjakan pada tahap berikutnya.

Menurutnya, pekerjaan lanjutan berpotensi mengganggu atau bahkan merusak fasilitas yang sudah dibangun. Kondisi itu justru bisa membuat anggaran kembali terserap untuk memperbaiki fasilitas yang terdampak.

“Kalau didahulukan pagar pembatas, lalu panggung seni di tahun selanjutnya, dikhawatirkan akan merusak fasilitas yang telah selesai dibangun,” ujarnya.

Pengembangan tahap kedua Lapangan Hop I mencakup sejumlah fasilitas, mulai dari jogging track, lapangan voli, playground, area parkir, toilet, hingga penyempurnaan Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM).

Selain soal prioritas pekerjaan, Andi meminta PUPR memastikan seluruh pembangunan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Ia menilai desain pengembangan Lapangan Hop I memiliki konsep yang menarik sehingga hasil akhirnya tidak boleh jauh dari perencanaan.

“Seperti gambar yang dilampirkan tadi itu sangat bagus dan penuh artistik, maka itu harus sesuai sama rilnya nanti,” tegasnya.

Ia menilai ketidaksesuaian antara rancangan dan hasil pembangunan dapat memicu cibiran masyarakat. Lebih dari itu, fasilitas yang tidak dibangun sesuai konsep awal dikhawatirkan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bontang Roby Malissa memastikan hasil akhir pengembangan Lapangan Hop I tetap mengacu pada gambar rancangan.

Proyek tersebut ditargetkan rampung Desember 2026. Roby memperkirakan bentuk pengembangan lapangan sudah mulai terlihat sekitar Oktober.

“Untuk batas akhir pengerjaan bulan Desember 2026, tapi sekitar bulan Oktober, pembangunan sudah mulai terlihat,” ungkapnya.

Terkait usulan DPRD untuk memprioritaskan panggung seni, Roby mengatakan pihaknya akan membahasnya kembali dan mempertimbangkan kebutuhan teknis sebelum menentukan pekerjaan yang dapat disesuaikan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x