700 Prajurit Berangkat dari Bontang, Kawal Perbatasan RI-Malaysia

Admin
7 Sep 2026 13:19
Bontang 0
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Bontang – Sebanyak 700 prajurit TNI diberangkatkan dari Pelabuhan Loktuan, Bontang, Senin (7/9/2026). Mereka akan menjalankan tugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia.

Ratusan prajurit tersebut akan ditugaskan untuk memperkuat pengamanan wilayah perbatasan sekaligus mengantisipasi berbagai aktivitas ilegal yang berpotensi mengganggu keamanan kawasan.

Personel yang diberangkatkan terdiri dari 350 prajurit Batalyon Arhanud 7/ABC Bontang dan 350 prajurit Batalyon Kavaleri 8/Kostrad Narasinga Wiratama Malang.

Seluruh personel diberangkatkan menggunakan KRI Tanjung Kambani-971 menuju wilayah perbatasan. Sebelum menjalankan tugas, para prajurit mendapat pesan untuk tidak melihat penugasan semata sebagai penjagaan garis batas negara.

Komandan Den Arhanud 7/ABC Letkol Arhanud Bayu Adiwisuda mengatakan keberadaan Satgas Pamtas memiliki cakupan tugas yang lebih luas, terutama dalam menjaga keamanan masyarakat di kawasan perbatasan.

“Penugasan ini bukan sekadar menjaga batas teritorial, tapi menjaga keselamatan seluruh rakyat Indonesia dari berbagai potensi ancaman ilegal seperti penyelundupan,” ujarnya.

Menurut dia, pengamanan perbatasan menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan sekaligus mencegah wilayah Indonesia dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang melanggar hukum.

Pelepasan ratusan prajurit tersebut turut disaksikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Pemerintah Kota Bontang menyatakan dukungannya terhadap keberangkatan pasukan yang akan menjalankan tugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Neni berharap keberadaan ratusan prajurit tersebut dapat memperkuat sistem pengamanan di kawasan perbatasan. Tugas tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan, tetapi juga menjaga keamanan masyarakat dari potensi gangguan lintas batas.

“Keberangkatan ratusan prajurit ini diharapkan dapat memperkuat pengamanan sekaligus menjaga kedaulatan wilayah perbatasan Indonesia,” harapnya.

Neni juga mengajak masyarakat Bontang memberikan dukungan moral kepada para prajurit yang menjalankan tugas. Ia meminta doa agar seluruh personel diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran selama berada di wilayah penugasan.

Para prajurit tersebut selanjutnya akan menjalankan tugas pengamanan perbatasan hingga masa penugasan berakhir sebelum kembali ke tanah air. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x