SENDAWAR – Kontingen Kabupaten Kutai Barat (Kubar) sukses membawa pulang dua gelar juara nasional pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo.
Meski tampil dengan jumlah peserta terbatas akibat kebijakan efisiensi anggaran, Kubar tetap mampu menjadi yang terbaik pada kategori Pagelaran Seni Budaya dan Gita Nusantara.
Dua gelar tersebut diraih melalui cabang Paduan Suara dan Vokal Solo. Prestasi itu mendapat apresiasi langsung dari Bupati Kubar Frederick Edwin saat menerima kunjungan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kubar Stepanus Alexander Samson, Sekretaris Distan Muhammad Firdaus, jajaran Distan, serta peserta PENAS di ruang kerjanya, Rabu (1/7/2026).
“Di tengah keterbatasan akibat efisiensi anggaran, kontingen Kubar mampu memberikan hasil terbaik. Mereka tidak hanya mewakili Kalimantan Timur, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Kutai Barat di tingkat nasional,” ujar Frederick.
Bupati menilai capaian tersebut membuktikan kualitas sumber daya manusia Kubar mampu bersaing di tingkat nasional. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung pengembangan potensi petani, termasuk di bidang seni dan budaya.
“Kami akan terus berupaya memberikan dukungan sehingga potensi seni yang dimiliki para petani dapat berkembang lebih baik dan terus melahirkan prestasi,” katanya.

Kepala Distan Kubar Stepanus Alexander Samson menjelaskan, Kubar mewakili Kalimantan Timur setelah menjadi juara pada Pekan Daerah XI KTNA Kaltim. Semula kontingen dijadwalkan mengikuti empat kategori, yakni paduan suara, vokal solo, tari tradisional, dan karya wirausaha petani.
Namun, keterbatasan anggaran membuat peserta tari tradisional tidak diberangkatkan, sedangkan peserta karya wirausaha berhalangan mengikuti perlombaan.
Meski demikian, penampilan pada cabang paduan suara dan vokal solo yang digelar di Taman Budaya Limboto, Gorontalo, 20 Juni 2026, mampu menghasilkan dua gelar juara pertama berkat persiapan dan pendampingan yang maksimal.
“Hari ini kami melaporkan kepada Bupati capaian yang berhasil diraih selama mengikuti PENAS XVII di Gorontalo. Kami optimistis pengalaman dan jejaring yang diperoleh akan memberikan manfaat besar bagi kemajuan sektor pertanian Kubar,” ujarnya.
Menurut Stepanus, keikutsertaan dalam PENAS tidak hanya bertujuan mengikuti perlombaan, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian melalui pertukaran pengalaman, pembelajaran teknologi, serta penguatan jejaring dengan petani, akademisi, dunia usaha, dan investor dari berbagai daerah.
Ia menambahkan, petani saat ini dituntut tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, pemanfaatan teknologi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan dinamika pasar.
Ke depan, Distan berharap Kubar dapat mengirim lebih banyak peserta pada PENAS Petani dan Nelayan XVIII di Provinsi Lampung agar semakin banyak petani yang memperoleh pengalaman, memperluas jejaring usaha, serta memperkuat kelembagaan petani untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Adv/Diskominfo Kubar)
Tidak ada komentar