Guru Harus Kuasai AI, Wabup Kubar: Jangan Tertinggal Zaman

Admin
22 Jun 2026 10:28
3 menit membaca

SENDAWAR – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani mengingatkan para guru dan kepala sekolah agar tidak tertinggal perkembangan zaman dengan terus meningkatkan kompetensi, termasuk dalam pemanfaatan AI untuk mendukung proses belajar mengajar.

Pesan itu disampaikan Nanang saat membuka Pelatihan Sekolah Idaman bagi Kepala Sekolah dan Guru jenjang SD Tahun 2026 di LAN Provinsi Kalimantan Timur, Jalan H.M. Ardans, Samarinda, Senin (22/6/2026).

Menurut Nanang, transformasi teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, tenaga pendidik harus mampu beradaptasi agar dapat menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

“Teknologi dan AI harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai ancaman. Guru dan kepala sekolah harus terus belajar agar tidak tertinggal perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menilai pelatihan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Guru dan kepala sekolah memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Nanang mengatakan peningkatan kompetensi pendidik tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, kurikulum, serta metode pembelajaran yang terus berubah.

“Melalui pelatihan ini diharapkan lahir berbagai inovasi dan perubahan positif dalam pengelolaan sekolah sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, inovatif, dan inspiratif sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini,” katanya.

Selain kemampuan mengajar, ia menekankan pentingnya memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah dan guru. Menurutnya, seorang pendidik juga harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi di lingkungan sekolah.

“Kepala sekolah dan guru harus memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, serta pengambilan keputusan yang baik untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan saat ini,” tegasnya.

Nanang juga mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus diimbangi dengan penguatan karakter, literasi digital, etika, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab.

Ia menambahkan, sekolah harus menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh siswa tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, agama, maupun kemampuan mereka.

Menurutnya, lingkungan belajar yang positif akan membantu peserta didik berkembang secara optimal, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.

Pelatihan tersebut, lanjut Nanang, juga sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui transformasi pendidikan yang berkualitas dan merata.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh guru dan kepala sekolah membangun budaya belajar sepanjang hayat agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus bergerak cepat. (Adv/Diskominfo Kubar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x