Kapal Wisata Bontang Karam, 4 Orang Dilarikan ke RS Salah Satunya Ibu Hamil

Admin
11 Agu 2026 21:30
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Bontang – Kapal wisata yang membawa 25 penumpang karam di perairan Bontang, Selasa (11/8/2026) sore. Kapal tersebut tak mampu melanjutkan perjalanan setelah dihantam ombak besar hingga air masuk ke dalam badan kapal.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail mengatakan, proses evakuasi dilakukan setelah tim menerima informasi dari layanan Call Center 112, sekitar pukul 15.39 WITA.

Peristiwa itu bermula ketika kapal wisata tersebut berupaya membantu kapal tour guide lain yang mengalami kerusakan mesin. Setelah seluruh penumpang dari kapal yang bermasalah berhasil diangkut, kapal kemudian bergerak membawa mereka kembali menuju Pelabuhan Bontang Kuala.

Namun, dalam perjalanan, kapal dihantam ombak besar. Air mulai masuk ke dalam kapal dan kondisi semakin membahayakan.

Menyadari air telah memenuhi kapal, anak buah kapal (ABK) segera mengarahkan kapal menuju perairan yang lebih dangkal. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kondisi semakin buruk.

“Setelah wisatawan dipindahkan, kapal penyelemat ini malah dimasuki air karena dihantam ombak, jadi kaptennya berusaha memasuki perairan yang lebih dangkal, namun kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan,” katanya.

BPBD Kota Bontang menerima laporan kejadian tersebut melalui Call Center 112 sekitar pukul 15.39 WITA. Tim BPBD kemudian bergerak menuju lokasi menggunakan speedboat untuk melakukan evakuasi.

Proses evakuasi melibatkan dua kapal nelayan. Seluruh 25 penumpang berhasil dievakuasi dan dibawa kembali ke Pelabuhan Bontang Kuala.

Dari total 25 korban, 21 orang dilaporkan dalam kondisi sehat. Sementara empat korban lainnya mengalami syok dan harus mendapat penanganan medis.

Keempat korban tersebut yakni Paramita Sari (24), Marcela (22), Arisa Oktarika (31), dan Kiswa (22). Mereka kemudian dievakuasi menuju RS Amalia menggunakan mobil komando BPBD dan ambulans rescue Damkar.

“4 korban yang ke rumah sakit ini perempuan semua, panik dan shok. Apalagi ada ibu hamil tadi,” sebutnya.

Seluruh penumpang yang dievakuasi diketahui berasal dari Kota Samarinda. Penanganan insiden dilakukan tim terpadu yang melibatkan BPBD, Damkar, serta masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x