IKM Kubar Didorong Naik Kelas, Kemasan Produk Jadi Sorotan

Admin
11 Jun 2026 10:16
2 menit membaca

SENDAWAR – Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kutai Barat (Kubar) didorong untuk tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memperkuat kemasan dan strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Strategi IKM Naik Kelas melalui Penguatan Produksi, Kemasan dan Pemasaran yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kubar di Meeting Room Lantai 2 Hotel Sidodadi, Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (11/6/2026).

Kepala Disdagkop UKM Kubar, Uji Rinjani, mengatakan tantangan yang dihadapi pelaku IKM saat ini tidak lagi sebatas menghasilkan produk berkualitas. Persaingan usaha menuntut pelaku usaha mampu menghadirkan inovasi, kemasan yang menarik, serta pemasaran yang efektif, terutama melalui platform digital.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi faktor penting untuk meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap IKM di Kubar semakin kompetitif dan mampu memperluas pasar produknya,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Uji menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada peserta, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pengembangan kemasan, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan tren saat ini.

Ia menilai kemasan bukan lagi sekadar pelindung produk, tetapi juga menjadi identitas dan daya tarik yang dapat memengaruhi keputusan konsumen saat membeli.

Selain itu, pelaku usaha juga didorong memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan penjualan agar produk lokal Kubar memiliki peluang lebih besar menembus pasar yang lebih luas.

“Jadikan kesempatan ini untuk terus belajar dan mengembangkan usaha. Inovasi adalah kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis,” katanya.

Uji turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan pelatihan tersebut. Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha para peserta.

Sementara itu, Pembina Industri Merry Elvinasari Mulu meminta para peserta memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki kualitas produk, sekaligus membangun jaringan pemasaran yang lebih kuat.

“Pelatihan diikuti 20 pelaku IKM sektor pangan dan kerajinan dari Kecamatan Linggang Bigung, Barong Tongkok, Melak, Tering, dan Nyuatan,” bebernya.

Beragam produk unggulan lokal turut terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari teh bawang dayak, minuman VCO berbahan minyak kelapa, sirup jahe lemon, gula semut, hingga kerajinan manik.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari narasumber PT APM Pengembangan SDM Balikpapan terkait strategi pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, penguatan kemasan, serta teknik pemasaran untuk meningkatkan daya saing IKM. (Adv/Diskominfo Kubar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x