4 Tahun Tak Beroperasi, Penerbangan Samarinda-Melak Kembali Dibuka, Ini Jadwalnya

Admin
8 Jun 2026 12:49
2 menit membaca

SENDAWAR – Setelah hampir empat tahun vakum, penerbangan rute Samarinda-Melak akhirnya kembali beroperasi mulai 17 Juni 2026. Dibukanya kembali jalur udara tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Kutai Barat yang selama ini mengandalkan jalur darat dengan waktu tempuh berjam-jam.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat, Rita Nursandy, mengatakan pembukaan kembali rute Samarinda-Melak merupakan hasil komunikasi dan negosiasi yang cukup panjang antara pemerintah daerah dan pihak maskapai.

Menariknya, kali ini Wings Air menyetujui pembukaan rute tanpa meminta dana deposit maupun skema blok kursi dari pemerintah daerah untuk menjamin keterisian penumpang.

“Alhamdulillah pihak Wings Air menyetujui penerbangan ini tanpa meminta deposit. Namun mereka berharap pemerintah turut membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar antusias menggunakan rute tersebut,” ujar Rita usai Rapat Koordinasi Penerbangan Perdana Wings Air Rute Samarinda-Melak, Senin (8/6/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Kantor UPBU Kelas III Melalan, Melak, Bernard R. Purba, dan Kabid Prasarana Dishub Kubar, Hafiluddin Mardjuni.

Pada tahap awal, penerbangan akan dilayani tiga kali dalam sepekan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi. Jadwal penerbangan ditetapkan setiap Senin, Rabu, dan Jumat.

Pesawat akan berangkat dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (AAP) Samarinda pukul 09.05 Wita dan tiba di Bandara Melalan pukul 09.50 Wita. Sementara penerbangan dari Melak dijadwalkan berangkat pukul 10.15 Wita dan mendarat di Samarinda pukul 11.00 Wita.

“Untuk saat ini masih percobaan tiga kali seminggu. Jika tingkat keterisian penumpang terus meningkat dan berkelanjutan, frekuensinya bisa ditingkatkan menjadi setiap hari,” kata Station Manager Wings Air GHS, Andi Muh. Dhevara.

Menurut Andi, rute Samarinda-Melak kembali dibuka karena memiliki potensi pasar yang cukup besar, mulai dari sektor pemerintahan, bisnis, pertambangan, perkebunan hingga kebutuhan perjalanan masyarakat umum.

Kehadiran kembali penerbangan tersebut juga memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Jika melalui jalur darat membutuhkan waktu berjam-jam, perjalanan udara hanya memerlukan sekitar 35 hingga 45 menit.

Rita menilai, dibukanya kembali rute ini akan memperkuat konektivitas Kutai Barat dengan ibu kota provinsi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, investasi, pendidikan, dan pelayanan pemerintahan.

Namun khusus penerbangan dari Melak menuju Samarinda, jumlah penumpang dibatasi sekitar 65 orang. Pembatasan dilakukan karena panjang landasan pacu Bandara Melalan saat ini masih sekitar 1.300 meter.

Wings Air menargetkan tingkat keterisian penumpang atau load factor sebesar 70 persen agar penerbangan Samarinda-Melak dapat terus beroperasi dan berkembang di masa mendatang. (Adv/Diskominfo Kutai Barat)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x