Kondisi SPBU di Jalan MT Haryono, Bontang. Foto (nur/memonesia)MEMONESIA.COM, Bontang – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite kembali terjadi di sejumlah SPBU Kota Bontang. Kondisi yang berlangsung dalam empat hari terakhir itu membuat warga rela berjam-jam menunggu, bahkan meninggalkan mobilnya semalaman di lokasi antrean.
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga sekitar 300 meter. Kepadatan terjadi karena sejumlah SPBU disebut mengalami kekosongan stok Pertalite, sehingga kendaraan beralih ke SPBU yang masih memiliki persediaan.
Situasi tersebut membuat sebagian pengendara memilih menginapkan kendaraannya di SPBU. Mereka meninggalkan mobil di barisan antrean agar posisi tidak kembali ke belakang dan tetap mendapat kesempatan mengisi BBM pada hari berikutnya.
Doni, salah seorang pemilik kendaraan roda empat, mengaku sudah mengantre sejak malam. Mobilnya bahkan telah mendekati area pengisian ketika operasional SPBU berakhir sekitar pukul 22.30 Wita.
“Mobil saya sudah hampir sampai, tapi SPBU keburu tutup. Akhirnya saya tinggal saja di antrean karena posisi BBM kendaraan juga sudah kosong,” ujar Doni, Kamis (27/8/2026).
Seorang operator SPBU UD Akawi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, antrean mulai memanjang sejak sekitar empat hari terakhir. Menurutnya, kekosongan Pertalite di sejumlah SPBU membuat kendaraan berpindah dan menumpuk di SPBU yang masih memiliki stok.
“Sudah sekitar empat hari antreannya panjang. Ada SPBU yang Pertalitenya kosong, sehingga kendaraan berpindah ke sini,” ungkapnya.
Ia juga menduga kenaikan harga Pertamax ikut memengaruhi panjangnya antrean. Sebagian masyarakat disebut kembali memilih Pertalite karena mempertimbangkan harga BBM.
Di tengah antrean yang semakin panjang, Pemerintah Kota Bontang berencana meminta penjelasan Pertamina terkait kondisi tersebut. Pemkot ingin memastikan penyebab utama kelangkaan stok dan antrean yang terjadi di sejumlah SPBU.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan pihaknya telah mengagendakan pertemuan dengan Pertamina pada Jumat (28/8/2026).
“Kami sudah mengundang Pertamina untuk rapat Jumat (28/8/2026) esok. Kami ingin mendapat penjelasan terkait antrean BBM yang terjadi beberapa hari terakhir, apakah karena ada pengurangan pasokan atau ada faktor lainnya,” tegas Arif. (*)
Tidak ada komentar