Kodisi bengkel sekaligus rumah hangus terbakar, di Desa Sukarahmat, Kutim.MEMONESIA.COM, Bontang – Kobaran api mengagetkan sebuah keluarga di RT 11, Desa Sukarahmat, Kutai Timur (Kutim), Senin (24/8/2026) sekitar pukul 12.00 Wita. Bengkel kendaraan yang menyatu dengan rumah tinggal mereka mendadak dilalap api.
Tujuh dari 13 anggota keluarga saat itu berada di dalam rumah. Mereka bergegas keluar setelah melihat api membesar dari bagian belakang bangunan.
Pemilik rumah, Hariani (43), mengatakan api pertama kali terlihat dari sebuah kamar di bagian belakang yang sedang tidak digunakan. Saat disadari, kobaran api sudah cukup besar.
“Kami sedang berada di bagian depan rumah. Tiba-tiba melihat api sudah membesar, kami langsung berusaha keluar dan menyelamatkan barang yang sempat dibawa,” kata Hariani.
Situasi semakin panik ketika suaminya, Lubis (52), berusaha masuk kembali ke area bangunan untuk menyelamatkan sejumlah barang milik bengkel. Upaya itu membuat Lubis mengalami luka pada bagian punggung, tangan, dan kaki akibat terkena api.
“Suami saya mau mengamankan beberapa barang bengkel dari dalam bangunan yang terbakar, tapi cedera terkena api,” ujarnya.
Lubis kemudian dilarikan ke Rumah Sakit PKT untuk mendapatkan penanganan medis.
Hariani mengatakan bangunan tersebut memang digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus lokasi usaha. Namun, aktivitas bengkel kendaraan dilakukan di area depan rumah, bukan di dalam bangunan utama.
“Untuk bengkel kendaraan tidak berlangsung di dalam rumah, kami pakai di area bagian depan rumah, dan dapur juga berada di bagian depan,” jelasnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin, mengatakan penyebab pasti kebakaran masih diperiksa. Namun, dugaan sementara mengarah pada gangguan instalasi listrik.
“Indikasi awal mengarah ke arus pendek listrik,” ujarnya.
Amiluddin mengingatkan pemilik bengkel untuk tidak mengabaikan perlengkapan keselamatan kebakaran, terutama alat pemadam api ringan (APAR). Menurutnya, keberadaan APAR penting untuk melakukan penanganan awal sebelum api berkembang menjadi lebih besar.
Ia juga meminta masyarakat segera menghubungi layanan pemadam kebakaran melalui 113 ketika terjadi kebakaran agar petugas dapat bergerak secepat mungkin.
“Kalau terjadi kebakaran, masyarakat juga bisa segera menghubungi 113 supaya petugas dapat bergerak cepat,” tandasnya. (*)
Tidak ada komentar