Perangi Stunting, DPPKB Kutim Gagas Program AKSIS dan Sekolah Lansia

Admin
11 Nov 2025 12:55
2 menit membaca

Sangatta – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) tengah menyiapkan dua program baru yang akan resmi dijalankan mulai 2026. Program AKSIS dan Sekolah Lansia ini menjadi strategi tambahan untuk memperkuat gerakan perang melawan stunting, sekaligus mengatasi persoalan pemberdayaan masyarakat yang sering berjalan setengah matang.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menjelaskan bahwa AKSIS—singkatan dari Akademik, Kolaborasi, Penanganan Kemiskinan dan Stunting—akan menjadi forum kerja lintas instansi dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting. Satu angkatan akan diisi 30 peserta dari OPD terkait, didampingi Lembaga Administrasi Negara (LAN) melalui pelatihan berbasis kelas.

“Lewat AKSIS, kita akan duduk bersama membedah data dan program agar lebih terintegrasi menuju satu tujuan, yaitu percepatan penurunan stunting,” ucapnya. Program ini diharapkan bisa memutus kebiasaan kerja sektoral yang selama ini menghambat percepatan penanganan.

Di luar itu, DPPKB juga menyiapkan Sekolah Lansia sebagai pengembangan dari program nasional Sidaya (Lansia Berdaya). Program ini berjalan selama satu tahun, berisi pemeriksaan kesehatan, senam lansia, pelatihan keterampilan, hingga edukasi produktivitas. Seluruh peserta akan diwisuda, menandai pendekatan yang lebih serius dibanding program serupa yang biasanya hanya berupa kegiatan sesaat.

Sekolah Lansia akan digelar melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kutim menggunakan fasilitas SKB dan PKBM. Tahap awal difokuskan di Sangatta Utara sebelum diperluas ke kecamatan lainnya.

Mulai 2026, DPPKB juga memproyeksikan perluasan Sekolah Siaga Kependudukan ke seluruh 18 kecamatan. Pelaksanaan program ini memungkinkan setelah instansi tersebut mendapatkan mandatori anggaran pendidikan untuk pertama kalinya sejak berdiri—indikasi bahwa dukungan fiskal terhadap isu kependudukan mulai diperkuat.

Seluruh program ini sejalan dengan prioritas Bupati Kutim, mulai dari Jemput Bola Pendidikan Nonformal hingga percepatan penanganan stunting dan kemiskinan. Namun, Junaidi menegaskan bahwa keputusan intervensi tetap bersandar pada kualitas data lapangan.

DPPKB mengandalkan data BINA Bangga Kencana BKKBN serta data keluarga berisiko stunting melalui aplikasi Siga Mobile dengan fitur Elsimil. Data tersebut mencakup kondisi rumah, akses air bersih, fasilitas sanitasi, hingga penggunaan alat kontrasepsi.

“Dari data itu kita bisa tahu siapa yang membutuhkan rumah layak huni, toilet, air bersih, atau termasuk kelompok rentan. Bahkan terlihat siapa yang masih memakai alat kontrasepsi tradisional sehingga program KB bisa lebih tepat sasaran,” terangnya.

Junaidi memastikan seluruh pelatihan kader mulai tahun depan tidak lagi digelar di hotel. Kegiatan akan dipindah ke kecamatan atau zona terdekat agar peserta bisa melihat langsung kondisi lapangan dan melibatkan stakeholder maupun perusahaan.

“Kami ingin semua layanan dan pelatihan tepat sasaran. Pendekatannya harus langsung ke masyarakat agar hasilnya nyata,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
news-0512-mu

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

8801

8802

8803

8804

8805

8806

8807

8808

8809

8810

8811

8812

8813

8814

8815

8881

8882

8883

8884

8885

8886

8887

8888

8889

8890

8891

8892

8893

8894

8895

8941

8942

8943

8944

8945

8946

8947

8948

8949

8950

8951

8952

8953

8954

8955

9001

9002

9003

9004

9005

9006

9007

9008

9009

9010

9011

9012

9013

9014

9015

8821

8822

8823

8824

8825

8826

8827

8828

8829

8830

8831

8832

8833

8834

8835

8901

8902

8903

8904

8905

8906

8907

8908

8909

8910

8911

8912

8913

8914

8915

8956

8957

8958

8959

8960

8961

8962

8963

8964

8965

8966

8967

8968

8969

8970

9016

9017

9018

9019

9020

9021

9022

9023

9024

9025

9026

9027

9028

9029

9030

8021

8022

8023

8024

8025

8026

8027

8028

8029

8030

8841

8842

8843

8844

8845

8916

8917

8918

8919

8920

8921

8922

8923

8924

8925

8926

8927

8928

8929

8930

8971

8972

8973

8974

8975

8976

8977

8978

8979

8980

8981

8982

8983

8984

8985

9031

9032

9033

9034

9035

9036

9037

9038

9039

9040

9041

9042

9043

9044

9045

8036

8037

8038

8039

8040

8846

8847

8848

8849

8850

8931

8932

8933

8934

8935

8936

8937

8938

8939

8940

8986

8987

8988

8989

8990

8991

8992

8993

8994

8995

8851

8852

8853

8854

8855

8856

8857

8858

8859

8860

8861

8862

8863

8864

8865

8866

8867

8868

8869

8870

8871

8872

8873

8874

8875

8876

8877

8878

8879

8880

8996

8997

8998

8999

9000

9046

9047

9048

9049

9050

9051

9052

9053

9054

9055

10001

10002

10003

10004

10005

10006

10007

10008

10009

10010

10011

10012

10013

10014

10015

10016

10017

10018

10019

10020

10021

10022

10023

10024

10025

10026

10027

10028

10029

10030

news-0512-mu