Wali Kota Bontang Minta Perusahaan Turun Tangan Soal Masalah Stunting, Data Tertinggi di Kawasan Industri

Admin
14 Mei 2026 11:42
Bontang 0
2 menit membaca

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta perusahaan di Kota Bontang ikut turun tangan menangani persoalan stunting melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Permintaan itu disampaikan lantaran angka stunting di sejumlah wilayah sekitar kawasan industri masih tergolong tinggi.

Menurut Neni, keberadaan perusahaan besar di Bontang seharusnya mampu membantu pemerintah menekan angka stunting, khususnya di wilayah yang berada dekat area operasional industri.

“Bontang ini banyak perusahaan, jadi persoalan stunting harus bisa kita selesaikan bersama,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Ia mencontohkan Kelurahan Guntung yang masih memiliki 83 balita stunting, padahal kawasan tersebut dikelilingi aktivitas perusahaan besar. Sementara di Bontang Lestari, jumlah balita stunting tercatat mencapai 124 anak.

Kondisi itu dinilai menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena kasus stunting justru masih tinggi di kawasan yang dekat dengan aktivitas industri.

Neni mengungkapkan angka stunting Kota Bontang memang mengalami penurunan dari 20,5 persen pada 2024 menjadi 17 persen pada 2025. Meski begitu, pemerintah belum puas dan menargetkan angka tersebut terus ditekan.

“Target kami angka stunting ini bisa terus turun sampai mendekati nol,” tegasnya.

Ia meminta lurah, camat, hingga Dinas Kesehatan aktif membangun koordinasi dengan perusahaan agar bantuan intervensi gizi dan pemantauan kesehatan anak bisa berjalan lebih maksimal.

Selain itu, Pemkot Bontang juga masih menjalankan program Gerakan Masyarakat Melawan Stunting melalui pemberian makanan bergizi senilai Rp25 ribu per anak selama 56 hari intervensi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x