Kebakaran di Tenggarong Hanguskan 50 Rumah, Pemkab Kirim Bantuan

Admin
6 Okt 2026 13:20
3 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, berdampak besar terhadap warga RT 33. Pendataan sementara mencatat 50 kepala keluarga atau 151 jiwa terdampak akibat kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah tersebut.

Dari jumlah itu, 27 rumah pribadi telah terdata terdampak. Jumlah bangunan yang terdampak diperkirakan masih bertambah karena pendataan terhadap rumah sewaan dan kontrakan masih berlangsung.

Lurah Melayu Muhammad Hafiz mengatakan, jika rumah pribadi dan rumah sewaan digabung, jumlah bangunan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 50 rumah.

“Berdasarkan data yang kami himpun di Posko Keluarga Melayu, jumlah kepala keluarga terdampak saat ini ada 50 KK, terdiri dari 151 jiwa,” ujar Hafiz.

Warga terdampak berasal dari berbagai kelompok usia. Data sementara mencatat tiga anak belum bersekolah, 16 anak tingkat SD, empat siswa SMP, delapan siswa SMA dan 10 mahasiswa.

Besarnya dampak kebakaran juga dipengaruhi kondisi permukiman di RT 33. Sekitar 70 persen bangunan di kawasan tersebut diperkirakan merupakan rumah kontrakan, sedangkan sisanya merupakan rumah pribadi.

Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, seorang warga lanjut usia sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas yang diduga akibat paparan asap.

Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) mulai melakukan penanganan terhadap warga terdampak setelah meninjau lokasi kebakaran bersama jajaran terkait, Selasa (6/10/2026).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat mengatakan pemerintah daerah menyiapkan bantuan awal sekaligus mendata kebutuhan warga setelah kebakaran.

“Kehadiran Pemkab ini merupakan bagian penting untuk memberikan dukungan moral, semangat, dan sedikit bantuan yang mudah-mudahan dapat memberikan keringanan bagi warga dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Penanganan melibatkan sejumlah instansi. Dinas Sosial, BPBD, Baznas dan PMI disiapkan untuk membantu kebutuhan dasar warga, termasuk logistik dan penanganan selama masa pengungsian.

Pemkab Kukar juga menyiapkan bantuan untuk warga yang kehilangan dokumen administrasi akibat kebakaran. Disdukcapil Kukar akan membantu penerbitan kembali dokumen identitas yang terbakar atau rusak.

“Kalau ada dokumen identitas atau administrasi yang terbakar, jangan khawatir. Dari Capil siap menindaklanjuti dan membantu kebutuhan identitas warga,” ungkap Taufik.

Untuk tempat tinggal sementara, pemerintah menyiapkan sejumlah lokasi apabila warga membutuhkan pengungsian. Fasilitas yang disiapkan antara lain Masjid Muhammadiyah, TK dan BPU Balai Kelurahan Melayu. Pihak Muhammadiyah juga menawarkan lokasi untuk digunakan warga terdampak.

Sebagian warga saat ini memilih tinggal sementara di rumah keluarga, kerabat dan tetangga. Kelurahan bersama instansi terkait juga menyiapkan dapur umum dan distribusi logistik untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa penanganan.

Hafiz mengatakan pendataan belum dihentikan karena masih ada warga dan bangunan yang perlu diverifikasi, terutama rumah sewaan dan kontrakan.

“Kami akan bekerja secara taktis dengan berkoordinasi bersama institusi terkait. Kami juga akan menghimpun warga yang terdampak, terutama administrasi atau dokumen penting yang hilang,” pungkas Hafiz. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x