Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Ishak Karangan. Foto (Nur/Memonesia)BONTANG – Tekanan kerja guru yang kerap luput dari perhatian menjadi sorotan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang. Di tengah tuntutan mengajar, administrasi, hingga pembinaan siswa, kondisi mental tenaga pendidik dinilai ikut menentukan kualitas pendidikan di sekolah.
Karena itu, Disdikbud menggelar pelatihan character building berbasis kesehatan mental bagi guru SD dan SMP sebagai upaya memperkuat ketahanan psikologis tenaga pendidik.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Ishak Karangan, mengatakan kualitas guru tidak cukup hanya diukur dari kemampuan mengajar, tetapi juga dari kesiapan mental dalam menghadapi tekanan profesi.
“Selama ini fokus kita hanya pada metode mengajar. Padahal, guru juga perlu kuat secara mental agar bisa menjalankan perannya secara utuh,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dirancang sebagai ruang refleksi agar guru mampu mengenali diri, memahami potensi pribadi, sekaligus menyadari hambatan psikologis yang sering tidak terlihat.
Tema yang diangkat yakni Menjadi Guru yang Utuh: Perjalanan Mengenal Diri, Menumbuhkan Potensi, dan Mengokohkan Karakter.
“Kami berikan materi self awareness atau kesadaran diri. Guru diajak memahami kekuatan serta kelemahan yang dimiliki sebagai langkah awal pengembangan diri,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman terkait mental block, yakni hambatan dari dalam diri yang dapat memengaruhi kinerja maupun hubungan sosial di sekolah.
“Kadang hambatan itu datang dari dalam diri sendiri. Lewat asesmen sederhana, guru diajak mengenali lalu mencari cara mengelolanya,” ungkapnya.
Menurut Ishak, guru yang sehat secara mental akan lebih percaya diri, stabil dalam bekerja, dan mampu menjadi teladan positif bagi siswa.
“Harapannya, guru tidak hanya berkembang secara pribadi, tetapi juga menjadi teladan yang konsisten bagi siswa,” tutupnya. (ns/sr)
Tidak ada komentar