BONTANG

Tetap Waspada!! Lima Kelurahan Masuk Zona Merah

BONTANG – Penyebaran Covid-19 di Kota Bontang kembali mengalami peningkatan. Sebelumnya dua kelurahan dinyatakan masuk zona merah, kini menyusul tiga kelurahan juga terklasifikasi zona merah. Berdasarkan hasil pemeriksaan swab PCR yang diterima Satgas Penanganan Covid-19, Minggu (20/6).

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) dr Bahauddin menyampaikan tiga kelurahan itu yaitu Api-Api, Tanjung Laut Indah, dan Berebas Tengah. Sedangkan sebelumnya kelurahan Belimbing dan Loktuan yang lebih dahulu terklasifikasi zona merah.

“Total sekarang lima kelurahan yang berstatus zona merah. Ditambah kasus warga luar Bontang yang mendapat penanganan di sini,” kata dr Bahauddin.

Sambungnya, wilayah-wilayah tersebut dinyatakan masuk zona merah lantaran adanya kasus aktif lebih dari 20. Sementara zona oranye dipegang oleh Kelurahan Gunung Telihan, Gunung Elai, dan Tanjung Laut. Satu-satunya zona hijau disandang Kanaan. Sisanya masuk area kuning.

Di hari yang sama, satgas juga menyatakan ada 22 kasus terkonfirmasi baru. Terbanyak menyasar warga di Kelurahan Api-Api dan Belimbing. Masing-masing lima kasus. Total kasus aktif kini menjadi 242. Naik 19 kasus dibandingkan satu hari sebelumnya.

“Persentase kasus aktif 3,8 atau naik 0,3 dibandingkan hari sebelumnya,” ucapnya.

64 pasien mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan. Umumnya mereka berstatus pasien dengan gejala berat atau sedang. Sedangkan 178 pasien yang terkonfirmasi wajib menjalani isolasi mandiri.

“Mereka akan diawasi oleh satgas di tingkat kelurahan dan garda isoman RT,” tutur dia.

Sejak awal pandemi jumlah kasus terkonfirmasi di Kota Taman mencapai 6.367. Pada hari sama terdapat tiga kasus kesembuhan baru. Menyasar pasien berdomisili Guntung, Belimbing, dan Loktuan. Jumlah kesembuhan yakni 6.027 atau 94,7 persen. Adapun kasus kematian tidak bergerak yaitu 98. Critical rate menyentuh 1,5 persen.

Bahauddin meminta warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan rutin, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. (Redaksi)

.
Comments

POPULER

To Top