Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha. Dok. MemonesiaBONTANG – Pelaksanaan Bontang City Carnival (BCC) 2025 menyisakan sejumlah catatan serius. Mulai dari acara yang molor jauh dari jadwal, peserta pelajar yang baru tampil hingga larut malam, sampai sebagian rombongan harus bertahan di tengah guyuran hujan.
Kondisi itu kini menjadi fokus evaluasi Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk penyelenggaraan BCC 2026.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan pembenahan diarahkan pada aspek teknis agar kegiatan tahunan tersebut berjalan lebih tertib, efektif, dan tidak kembali mengorbankan kenyamanan peserta.
“Sebenarnya durasi yang tidak terkendali justru menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya, Kamis (23/4/2026).
Menurut dia, molornya waktu pelaksanaan berdampak langsung pada peserta, terutama kalangan pelajar yang harus menunggu lama sebelum tampil.
Selain faktor kelelahan, kondisi cuaca juga menjadi persoalan karena sebagian peserta harus menjalani rangkaian acara saat hujan turun.
Meski demikian, konsep malam hari tetap dinilai memiliki keunggulan tersendiri. Penampilan peserta dianggap lebih maksimal dari sisi pencahayaan, kostum, dan atraksi visual.
Karena itu, Disdikbud menyiapkan skema baru tanpa mengubah konsep utama acara.
“Kami mempertimbangkan penataan ulang alur kegiatan, termasuk kemungkinan memisahkan kategori peserta,” imbuhnya.
Pemisahan kategori pelajar, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan paguyuban dinilai bisa memangkas antrean panjang yang selama ini membuat acara berjalan hingga larut.
Selain itu, koordinasi teknis antar peserta juga akan diperketat agar tidak terjadi keterlambatan saat giliran tampil.
“Tetap malam saja, karena lebih efektif menarik perhatian masyarakat, apalagi terkait cuaca panas pada siang hari,” pungkasnya. (ns/sr)
Tidak ada komentar