Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat hadir dalam acara Lomba Desain Poster dan Video Pendek se-Kota Bontang Tahun 2026, di Auditorium Taman 3D, Sabtu (25/4/2026). Foto (Nur/Memonesia)BONTANG – Arus informasi digital yang semakin cepat membuat Pemerintah Kota Bontang menaruh perhatian serius terhadap literasi digital generasi muda. Pelajar diingatkan agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipahami, karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga persoalan hukum.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menghadiri Lomba Desain Poster dan Video Pendek se-Kota Bontang 2026 di Auditorium Taman 3D, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan yang digelar organisasi CPanel STITEK Bontang tersebut mengusung tema Digital Ethics & Creative Technology for Gen-Z dan diikuti 69 pelajar tingkat SMP dan SMA/sederajat se-Kota Bontang.
Neni mengapresiasi kreativitas para peserta yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana berekspresi sekaligus pembelajaran.
“Pemerintah harus hadir untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing. Saya sangat mengapresiasi semangat anak-anak Bontang yang mampu berkreasi melalui media digital,” ujarnya.
Namun di sisi lain, ia menekankan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Menurutnya, masih banyak pengguna internet yang terburu-buru membagikan informasi tanpa membaca secara utuh.
Kondisi itu dinilai rawan memicu kesalahpahaman, penyebaran hoaks, hingga pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Kita harus menjadi generasi pembaca. Jangan mudah terprovokasi hanya karena informasi yang belum dipahami sepenuhnya. Gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan kreatif,” tegasnya.
Selain itu, Neni mendorong pelajar untuk terus mengembangkan potensi di sektor ekonomi kreatif melalui produksi film pendek, desain digital, dan konten edukatif.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan piala kepada para pemenang lomba kategori desain poster dan video pendek. (ns/sr)
Tidak ada komentar