BERITA

Tega! Insentif Nakes Dipotong 50 Persen, Ketua IDI Bontang Kecewa

Tenaga kesehatan (nakes) saat bertugas di Ruang Isolasi, RS Pupuk Kaltim Bontang, Kamis (04/02). (Dok. Pribadi)

BONTANG – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bontang, dr Suhardi kecewa, terkait  kabar keputusan pemerintah memotong anggaran insentif tenaga kesehatan (nakes) hingga 50 persen.

Ia menilai, keputusan tersebut tidak tepat. Sebab, pemotongan insentif tenaga kerja terjadi ditengah peningkatan kasus Covid-19 terjadi. Tentu beban pekerjaan tenaga kesehatan semakin berat.

“Beban kerja tenaga medis semakin meningkat, kami kecewa kalau benar dipotong,” ucapnya, saat dihubungi wartawan memonesia.com via telepon genggam, Kamis (04/02).

Baca juga : Ini Penjelasan soal Beredarnya Surat Pemotongan Insentif Nakes 50 Persen

Justru lanjut dia, kondisi tenaga kesehatan saat ini membutuhkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Baik dari sisi finansial maupun dalam bentuk dukungan moril dari masyarakat.

“Untuk meningkatkan ketahanan mental supaya tetap kuat bertahan dalam memberikan pelayanan pada pasien Covid-19. Apalagi saat ini sudah ada 20 tenaga medis, dan 110 perawat yang terpapar, “tambahnya.

Pun, kata dia jika insentif itu benar dipotong pastinya akan berdampak pada kinerja nakes sendiri. “Beban kerja bertambah, harusnya jangan dipotong,” sebutnya.

Baca juga : Seribu Lebih Kasus Kematian di Kaltim, Akibat Covid-19

Selain masalah insentif, dr Suhardi mengatakan negara juga wajib memberikan perlindungan dan keselamatan Kepada para tenaga kesehatan. Alih-alih memotong insentif, pemerintah seharusnya memberikan perlindungan maksimal kepada tim nakes.

“Upaya perlindungan dan keselamatan kepada para tenaga medis dan nakes harus diusahakan secara maksimal,” tegasnya.

Diketahui, Kementerian Keuangan melalui surat keputusan nomor S-65/MK.02/2021 menurunkan insentif nakes per orangnya sebesar 50 persen dibandingkan dengan tahun lalu, yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020. (*/Fajri Sunaryo)

.
Comments

POPULER

To Top