BONTANG

Raking Serap Aspirasi, Warga Tanjung Laut Indah Keluhkan Pembelian LKS

Anggota DPRD Bontang, Raking menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Tanjung Laut Indah sekaligus memberikan bantuan sembako. (Muhammad Arsyad Mustar)

BONTANG – Pembelian lembar kerja siswa (LKS) di sekolah dikeluhkan warga Kelurahan Tanjung Laut Indah. Pasalnya, masih ada beberapa sekolah yang menjual kepada murid dan siswanya. Keresahan tersebut diluapkan masyarakat utamanya Ibu Rumah Tangga (IRT) melalui Reses Raking Anggota DPRD Bontang Daerah Pemilihan Bontang Selatan, Jumat (03/12).

Padahal, sekolah dilarang menjual  LKS kepada siswa yang diatur dalam Pasal 181 Peraturan Pemerintah 17/2010. Peraturan itu menerangkan bahwa pendidik, tenaga kependidikan dan komite sekolah di satuan pendidikan, baik perseorangan maupun kolektif dilarang melakukan kegiatan pengadaan atau menjual buku LKS di setiap satuan pendidikan, perlengkapan pelajaran, bahan pelajaran serta pakaian seragam di tingkat pendidikan.

“Masyarakat di sini yang mayoritas nelayan, sangat kesulitan dengan pembelian LKS,” kata Sudi Ketua RT 11 Kelurahan Tanjung Laut Indah, kepada Raking.

Menurutnya, jangankan memenuhi keperluan untuk pembelian LKS. Keperluan sehari-hari saja, warganya maupun masyarakat Tanjung Laut Indah begitu sulit meningkatkan perekonomian. Yang mana beberapa tahun terakhir diterpa penyebaran pandemi Covid-19. Sehingga pendapatan warga yang hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan di laut tentu sangat minim.

Warga RT 11 lainnya Siti pun mengeluhkan atas pembelian LKS tersebut. Dia mengatakan, bukannya masyarakat diberikan kesejahteraan justru terbalik. Uang yang mustinya digunakan kebutuhan rumah tangga, harus tergerus demi pendidikan si buah hati. Perempuan paruh baya itu menegaskan agar eksekutif maupun legislatif tidak tutup mata.

“Meminta kepada pemerintah agar anak kami yang menempuh pendidikan di sekolah, tidak lagi dituntut membeli LKS. Tolong kasihani kami yang suami bekerja sebagai nelayan,” tuturnya.

Bukan hanya soal LKS, Siti juga menagih janji pemerintah mengenai wireles fidelity (WiFi). Wilayah RT 11 khususnya memang sudah dipasangi satu titik jaringan digital itu. Akan tetapi tidak semua warga terjangkau. Ia meminta melalui Raking agar Pemkot Bontang menambah kapasitas untuk kepentingan mengakses internet tersebut.

“Anak saya kalau mau belajar, harus menumpang di rumah temannya. Karena jaringan WiFi tidak sampai ke rumah kami. Kami harap ada perhatian dari pemerintah,” jelasnya.

Aspirasi demi aspirasi disuarakan. Setidaknya ada berbagai usulan lainnya yang disampaikan warga. Seperti pembangunan jembatan kayu menjadi beton, pemenuhan kebutuhan nelayan, bantuan sosial anak yatim piatu dan masyarakat lanjut usia (lansia). Semuanya akan diperjuangkan dan disampaikan Raking kepada pemerintah.

Raking menjelaskan, reses ini untuk menyerap aspirasi masyarakat yang tingkat sosialnya tidak memihak ekonominya. Mengenai pembelian LKS, politikus Partai Berkarya itu menegaskan akan memanggil sekolah-sekolah yang menjual LKS kepada pelajar. Hal itu sebagai upaya meluruskan agar tidak lagi dikeluhkan dan meresahkan masyarakat.

“Akan kami cek lagi, sekolah-sekolah mana saja yang masih menjual LKS. Ini tidak dibenarkan karena sudah diatur tidak boleh menjual LKS kepada murid atau siswa,” terangnya. Ia menyampaikan, dana bantuan operasional sekolah (BOS), BOSDA dan BOSNAS telah diluncurkan. Artinya, masyarakat tidak lagi dibebankan untuk membayar LKS dan sebagainya. 

Pada Reses kali ini dilakukan di dua titik. Yang mana warga yang hadir yakni dari RT 11, 12 dan 13 Kelurahan Tanjung Laut Indah. Melalui kesempatan itu pula, Raking memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang berstatus janda, lansia dan yatim piatu. Malam ini akan dilanjutkan menyerap aspirasi masyarakat di kawasan Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan. (mam)



.
Comments

POPULER

To Top