Ribuan paket pelanggan SPX Bontang menggunung di Gudang, Jalan Imam Bonjol. Foto (nur/memonesia)BONTANG – Krisis tenaga kurir berdampak langsung pada layanan pengiriman Shopee Express (SPX) di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang. Ratusan paket pelanggan dilaporkan menggunung di gudang dan tak kunjung terdistribusi selama berhari-hari.
Lonjakan kiriman yang tak diimbangi ketersediaan kurir membuat distribusi tersendat. Sejumlah pelanggan memilih mendatangi gudang secara langsung setelah mendapati status pengiriman di aplikasi tak kunjung berubah, meski paket tercatat sudah tiba di Bontang.
Yadi, salah satu pelanggan, mengaku kecewa karena dalam aplikasi tertulis paket telah diantar namun tidak ada penerima. Ia membantah klaim tersebut.
“Padahal saya ada terus di rumah. Memang belum dianter, makanya saya ke sini,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Di lokasi, tumpukan paket terlihat memenuhi ruang penyimpanan. Pihak gudang menerapkan sistem pemindaian barcode bagi pelanggan yang ingin mengambil kiriman sendiri. Namun, metode itu dinilai hanya solusi sementara, bukan jawaban atas persoalan utama: kekurangan kurir.
Seorang petugas yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa banyak tenaga kurir yang berhenti, sehingga pengiriman tidak berjalan optimal. Kondisi ini memaksa sebagian pelanggan mengambil paket langsung ke gudang setelah menerima pemberitahuan.
Dampaknya juga dirasakan pelaku usaha. Yuli, pengusaha parsel lebaran, mengaku kirimannya justru diretur tanpa konfirmasi karena terlalu lama tertahan di gudang.
“Barang itu sudah ada yang pesan. Tapi malah dikembalikan,” katanya.
Situasi ini memunculkan pertanyaan soal kesiapan manajemen menghadapi lonjakan pengiriman, terutama menjelang momen ramai belanja. Di tengah tingginya permintaan, lemahnya distribusi membuat pelanggan harus menanggung konsekuensi keterlambatan.
Hingga kini, warga masih terus berdatangan ke gudang untuk memastikan keberadaan paket mereka, sementara tumpukan kiriman yang belum tersalurkan terus bertambah.
Tidak ada komentar