Bupati Kubar Jadikan Nobar Piala Dunia Ajang Dekatkan Pemerintah dengan Warga

Admin
15 Jul 2026 14:43
2 menit membaca

SENDAWAR – Rumah Dinas Bupati Kutai Barat mendadak dipenuhi ratusan warga pada Rabu (15/7/2026) dini hari. Mereka datang bukan untuk menghadiri agenda pemerintahan, melainkan menyaksikan laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Spanyol dalam acara nonton bareng (nobar) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama istrinya, Maria Christina Mozes Edwin, hadir langsung menyambut masyarakat yang sejak sebelum kick off sudah memadati lokasi. Warga dari berbagai usia tampak berbaur menikmati pertandingan dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Tak hanya masyarakat, kegiatan itu juga dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Erik Victory, Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, perwakilan Kodim 0912/Kutai Barat, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Berbeda dengan agenda pemerintahan pada umumnya, malam itu rumah dinas berubah menjadi ruang berkumpul warga. Sorak sorai penonton pecah setiap kali kedua tim menciptakan peluang di depan gawang.

Frederick mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar bukan hanya untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga membuka ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat.

“Nobar ini kami laksanakan sebagai ajang silaturahmi. Kami ingin masyarakat bisa berkumpul, menikmati pertandingan bersama, sekaligus mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Menurut dia, sepak bola memiliki kekuatan menyatukan berbagai kalangan tanpa melihat latar belakang. Semangat itulah yang ingin terus dibangun di Kutai Barat.

“Kalau masyarakat, pemerintah, TNI, Polri, dan Forkopimda bisa duduk bersama seperti ini, komunikasi akan semakin baik dan kebersamaan semakin kuat,” katanya.

Di atas lapangan, pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Spanyol tampil lebih efektif dan berhasil menundukkan Prancis dengan skor 2-0.

Gol pertama lahir melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22. Pedro Porro kemudian memastikan kemenangan Spanyol lewat gol kedua pada menit ke-58 sekaligus mengantar La Roja melangkah ke partai final Piala Dunia 2026.

Meski sebagian penonton memiliki tim favorit berbeda, suasana nobar tetap berlangsung tertib. Tepuk tangan, yel-yel, dan sorakan memenuhi area rumah dinas tanpa mengurangi sportivitas antarpendukung.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa kebersamaan tidak selalu dibangun melalui forum resmi. Momen sederhana seperti menyaksikan pertandingan sepak bola bersama pun dapat menjadi sarana mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat sekaligus menjaga kekompakan di tengah keberagaman. (Adv/Diskominfo Kubar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x