ADVERTORIAL

2020 PDAM Hasilkan PAD, DPRD Berikan Apresiasi

Rustam

BONTANG – Keberhasil PDAM Tirta Taman memberikan sumbangsi pendapatan asli daerah (PAD) bagi APBD disambut positif oleh DPRD Kota Bontang. Meski sumbangsi PAD itu baru diangka Rp200 juta pada 2020 ini, namun hasil positif itu dinilai tetap patut mendapatkan apresiasi.

Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam menuturkan, jika melihat secara angka, sumbangsi PAD yang diberikan PDAM Tirta Taman memang masih terbilang kecil. Namun jika berkaca dari perjalanan yang ada selama ini, itu hasil yang sudah cukup bagus. Karena pada 2016 lalu, PDAM Tirta Taman pernah memiliki utang sebesar Rp13 miliar.

“Pada awal dibentuknya PDAM tidak pernah memberikan sumbangsih bagi PAD. Malah PDAM Tirta Taman ini mengalami utang. Alhamdulillah di tahun ini PDAM berhasil menghasilkan PAD Rp200 juta,” tuturnya, Selasa (10/11).

Ia berujar, keberhasilan di tahun ini bisa menjadi acuan PDAM untuk berbenah meningkatkan kinerja dan memberikan sumbangsih PAD bagi Kota Bontang. Termasuk dalam memberikan layanan bagi masyarakat terutama penyediaan air baku yang layak.

“Kedepannya PDAM harus lebih bisa bekerja maksimal, terutama manajemen dan penyediaan air baku mutu, serta dapat menekan biaya produksi,” katanya.

Rustam memaklumi, kecilnya keuntungan yang didapatkan PDAM Tirta Taman Bontang tahun ini, tidak terlepas dari masih tingginya biaya produksi air baku yang dikeluarkan. Sedangkan saat ini harga jual air baku kepada masyarakat masih terbilang rendah.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi PDAM untuk dapat menekan biaya produksi air baku mereka, karena kita tahu di Bontang lebih banyak konsumen PDAM dari kalangan R1 hingga R4. Jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Makassar, di sana lebih banyak perusahaan industri, jadi harga jualnya pun bisa lebih tinggi,” paparanya.

Disinggung terkait akan adanya kenaikan harga baku air untuk meningkatkan PAD, Rustam mengaku belum bisa memastikan hal itu. Sebab menurutnya kenaikan harga air baku sudah memiliki aturan tersendiri. (*)

.
Comments

POPULER

To Top