200 Guru di Kukar Dilatih Pakai AI Demi Tingkatkan Metode Pengajaran

Admin
27 Okt 2026 10:03
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Sebanyak 200 guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari 20 kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar) dilatih memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan metode pengajaran. Teknologi ini dikenalkan sebagai alat bantu guru dalam menyiapkan bahan ajar yang lebih menarik, termasuk video pembelajaran.

Pelatihan tersebut digelar melalui Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Kegiatan dibuka di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang, Selasa (27/10/2026), dan berlangsung selama dua hari.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan pemanfaatan AI dapat membantu guru mengembangkan cara menyampaikan materi agar lebih mudah dipahami siswa. Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta bisa diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing.

Guru yang mengikuti pelatihan juga diharapkan membagikan pengetahuan tersebut kepada rekan sejawat. Dengan begitu, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat menjangkau lebih banyak tenaga pendidik di Kukar.

Meski demikian, Heriansyah mengingatkan penggunaan AI tidak boleh menggeser peran guru sebagai pendidik. Menurutnya, teknologi dapat membantu proses penyampaian pelajaran, tetapi pembentukan karakter dan akhlak siswa tetap membutuhkan keterlibatan guru.

“Kalau dia mengajar saja itu mudah, ya kasih saja AI untuk mengajar selesai. Tapi kalau mendidik bagaimana anak-anak kita itu berkarakter, berakhlaknya, itu yang nanti akan membawa Kabupaten Kukar ini menjadi daerah yang lebih maju lagi,” ungkapnya.

Ia menekankan AI sebaiknya digunakan sebagai pengantar untuk memperkaya pembelajaran. Guru tetap perlu mendampingi siswa dengan pendekatan manusiawi agar proses belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi.

“Sehingga pada saat mengajar mereka menggunakan AI sebagai pengantar awal dan memberikan pengetahuan yang itu tetap disentuh dengan hatinya. Sehingga mereka juga bersemangat,” pungkasnya.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan daerahnya menjadi satu dari 10 kabupaten/kota yang terpilih sebagai penyelenggara festival. Dari 514 kabupaten/kota yang dikurasi, sebanyak 40 daerah masuk tahap seleksi sebelum 10 daerah ditetapkan sebagai pelaksana.

“Ini juga merupakan bagian dari support dari Kementerian Didasmen, Pendidikan Dasar dan Menengah, dan kita cukup merasa bangga karena Kukar menjadi daerah pertama untuk dilaksanakan kegiatan festival ini,” ujarnya.

Aulia berharap pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak hanya berorientasi pada pembuatan konten, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam proses belajar siswa.

“Kita berharap dengan Gemini ini, Gemini Award ini lebih mendekatkan pada dampaknya, bukan pada produksi AI-nya sendiri, akan tetapi pada dampak yang ditimbulkan dari penggunaan AI sebagai metode atau alat pembelajaran yang dilaksanakan di seluruh masyarakat,” tuturnya.

Festival ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya dari PT Repo Indonesia yang disebut sebagai mitra Google Indonesia. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x