Dispar Kukar Siapkan Regenerasi Ekraf Lewat Sekolah

Admin
8 Okt 2026 09:31
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program Ekraf Goes to School untuk membuka jalur regenerasi pelaku ekonomi kreatif. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada 2027 dengan menyasar pelajar hingga mahasiswa.

Program tersebut dirancang untuk mengenalkan berbagai subsektor ekonomi kreatif sekaligus membantu generasi muda mengembangkan bakatnya. Sejumlah bidang yang akan dikenalkan antara lain film, fotografi, musik, dan komedi.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan pengenalan ekraf sejak lingkungan pendidikan diharapkan dapat membantu menemukan talenta baru sekaligus memberi mereka ruang untuk berkembang.

Di luar program regenerasi, Dispar Kukar juga menyiapkan pendampingan bagi komunitas ekonomi kreatif yang sudah aktif. Salah satu yang menjadi perhatian ialah komunitas Stand Up Comedy Tenggarong, yang selama ini menjalankan kegiatan secara mandiri meski belum mendapat dukungan dana dari APBD.

“Mereka mau tumbuh dan berkembang secara mandiri, dan itu tentu mendapat apresiasi dari kami. Ke depan, kami akan menyiapkan beberapa skema pendampingan,” ujar Zikri.

Bagi komunitas stand-up comedy, pendampingan yang direncanakan salah satunya dengan menghadirkan mentor dari komunitas Stand Up Samarinda. Pembinaan ini ditujukan untuk membantu komika memperkuat materi sekaligus meningkatkan kesiapan saat tampil di hadapan publik.

Menurut Zikri, pengembangan kemampuan komika tidak cukup hanya dengan menyediakan panggung. Kualitas materi juga perlu diasah melalui proses pembinaan yang terarah.

Sementara itu, Ketua Stand Up Comedy Tenggarong, Muhammad Zakaria Al Fazri, mengatakan komunitasnya terus menggelar latihan dan panggung terbuka secara rutin. Kegiatan open mic dilaksanakan setiap Rabu malam mulai pukul 19.30 WITA.

Panggung tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar berbicara di depan umum (public speaking) maupun mengembangkan kemampuan komedi.

“Dalam tiga bulan terakhir ada sekitar 14 orang yang terdaftar, dan progresnya sangat baik. Komika baru yang bergabung bahkan sudah mampu membawakan materi durasi lima menit yang menghibur,” kata Zakaria.

Ia menyebut latihan rutin membantu anggota, terutama komika baru, meningkatkan kemampuan menyusun materi sekaligus membangun keberanian tampil di depan publik.

Zakaria berharap dukungan pemerintah daerah dapat memperluas perkembangan stand-up comedy di Kukar. Ia ingin komunitas ini tidak hanya tumbuh di Tenggarong, tetapi juga menjangkau kecamatan lain. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x