BERITA

Milad Ke-74 Tahun, Kader HMI Cabang Sangatta Jalin Keakraban dan Silaturahmi

Didampingi dua mantan ketua umum Haris Human dan Alfian Sinu, Ketum HMI Cabang Sangatta Ashan Putra Pradana melakukan pemotongan tumpeng di penghujung acara milad hijau hitam ke-75. (Dok. Memonesia.com)

KUTAI TIMUR – Lima komisariat di lingkup Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta, mengikuti perayaan milad HMI ke-74. Lintas generasi kader saling menjalin keakraban satu sama lain.

Sederhana tapi bahagia. Itu tergambar di malam puncak ulang tahun organisasi yang dipelopori Lafran Pane 5 Februari 1947 silam. Senang, gembira, dan sedih. Semuanya tercurahkan. Baik senior maupun junior.

“Memang semestinya demikian. Hari yang sangat sakral bagi kader HMI harus disambut dengan gembira dan penuh rasa syukur,” kata Ketua Umum HMI Cabang Sangatta Ashan Putra Pradana, Kamis (04/01) malam.

Putra menyebut, menyibak kondisi HMI dalam usianya 74 tahun memberi semangat yang baik untuk republik, tak takut salah, serta optimisme dan slogan yakin usaha sampai (Yakusa) terparkir kokoh dalam jiwa kadernya.

Kini dirasakan menggelora dalam sanubari kader-kadernya. Hal itu pun dijadikan suatu spirit posisitif yang dibutuhkan, bukan saja untuk kemajuan diri pribadi tapi juga kemajuan suatu bangsa dan negara.

“Spirit posisitif tersebut merupakan asset berharga bagi kader-kader HMI bangga untuk mengibarkan benderanya,” sebutnya.

Menjadikan alumni HMI tidak tunduk lesu untuk mengaku sebagai alumni. Di tengah kondisi bangsa yang dilanda beberapa problem baik dari aspek ekonomi, politik, pendidikan, dan Covid-19, mencoba membayangi HMI untuk tetep kritis.

Akan tetapi, lanjut Putra, hal itu jauh dari ekpektasi. Ditambah dengan sifat apatis dari kader-kader HMI sendiri yang lebih mendominasi, sehingga beberapa agenda strategis bangsa, di daerah dan lokal pun banyak terlewatkan begitu saja. “Aku pun tak tau penyakit apakah yang sedang melanda himpunan ini?” lanjutnya.

Meskipun demikian, pria ramah senyum itu menyampaikan perumusan dari pasal 4, 6,7,8 dan 9 AD HMI yang menjadi titik sentral dari pada nawa citanya seringkali kehilangan arah.

Bukan kah dulu para pendiri himpunan ini sudah mendesain sedemikian rupa agar tetap relevan dengan perkembangan zaman? Selain itu agar kader mampu untuk menstimuluskan dari nawa cita yang didambakan para pendiri HMI.

Selayaknya harus selalu menjadi rujukan bagi setiap kader ataupun pengurus HMI. Kata Putra, baik dari tataran komisariat hingga PB HMI dalam mengemudikan kepentingan umat dan bangsa.

“Tapi bukan ketendesiusan sektoral, kelompok, maupun golongan demi mendapatkan legitimasi dari pengakuan sosialitas atau pun kesenioritasan di tataran kader yang didoktrin dengan perspektif pesimisme,” tuturnya.

Jika dilakukan flashback lagi, dari statement jendral Soedirman pada momentum milad HMI di Jogjakarta, berkata bahwa HMI ini bukan hanya sekedar Himpunan Mahasiswa Islam tetapi (H)arapan (M)asyarakat (I)ndonesia.

Menurut Putra, sebagai organisasi maka HMI harus bersifat mandiri dan independen di tengah pluralisme umat dan kebhinekaan bangsa. Bahkan di lingkungan internal kader diperlukan.

“Kesadaran diri dari kadernya untuk menumbuhkembangkan militansi, loyalitas, serta totalitas dalam menterjewantahkan apa yang menjadi missionaris kelembagaan,” jelasnya.

Putra menyebut, hal ini tentu tidak semudah yang dipikirkan. Namun bisa terealisasi jika kader masih berpegang teguh pada sifat keindependesiannya. Bisa sterilkan doktrinitas senior sehingga kejernihan berpikir tetap terjaga.

“perlu dipertahankan agar tidak ada lagi yang terkotomi berdasarkan kepentingan kelompok atau gerbong tertentu. Maka dengan pemikiran seperti itulah yang membuat lemah kelembagaan secara kontinu,” tegasnya.

Organisasi HMI merupakan salah satu organisasi yang banyak melahirkan calon-calon pemimpin di Republik Indonesia ini, dan banyak membantu kemajuan Bangsa dan Negara.

Salam kesempatan milad HMI di Cabang Sangatta, terlihat para kader sebagian memang sudah menjadi pejabat publik, pengusaha dan pekerja perusahaan. Meski mereka jarang bertemu, namun kedekatan seakan tiada batas satu sama lain.

Sebagai rangkaian acara, HMI Cabang Sangatta juga menggelar berbagai macam lomba untuk kader. Seperti lomba artikel, menghias kue, puisi, orasi, dan musik. (Redaksi)

.
Comments

POPULER

To Top