Kukar Dapat Kucuran Rp10 Miliar dari Pusat untuk Penanganan Karhutla

Admin
24 Sep 2026 08:43
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat dukungan anggaran Rp10 miliar dari pemerintah pusat untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk kebutuhan operasional hingga rehabilitasi wilayah terdampak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla selama kondisi darurat sekaligus pemulihan wilayah setelah kebakaran.

“Untuk penanganan karhutla, dana penanganan dari pusat total Rp10 miliar. Peruntukannya untuk penanganan dan rehabilitasi,” kata Sunggono, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, dukungan anggaran tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan petugas dalam menjalankan penanganan karhutla di lapangan.

“Untuk diperlukan bisa saja beli selang, beli mobil,” ujarnya.

Sunggono mengatakan penggunaan anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan di lapangan. Selain mendukung operasional, anggaran tersebut juga mencakup kebutuhan rehabilitasi terhadap wilayah yang terdampak karhutla.

Di sisi lain, kondisi karhutla di Kukar mulai menunjukkan perkembangan positif. Sunggono menyebut laporan Satuan Tugas (Satgas) menunjukkan jumlah titik panas atau hotspot mulai berkurang.

“Untuk saat ini hotspot mulai berkurang. Untuk status siaga bencana, penanganannya, laporan dari teman-teman satgas untuk titik hotspot-nya sudah sangat berkurang dan semakin lama semakin baik kondisi penanganannya,” jelasnya.

Pemantauan titik panas terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan karena berkaitan dengan potensi munculnya titik panas baru.

Sunggono mengatakan berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan mulai turun pada awal September. Kondisi tersebut diharapkan turut membantu proses penanganan dan mengurangi risiko meluasnya kebakaran.

Selain dukungan untuk penanganan karhutla, Pemkab Kukar juga menerima usulan terkait tenaga outsourcing yang mendukung tugas penanganan di lapangan.

Sunggono mengatakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kukar telah mengusulkan penambahan pendapatan atau honor bagi tenaga outsourcing.

“Untuk outsourcing yang disampaikan oleh Kepala Damkarmat, diusulkan penambahan pendapatan atau honor,” pungkasnya.

Dukungan anggaran Rp10 miliar tersebut menjadi tambahan sumber daya bagi Pemkab Kukar dalam menangani karhutla, mulai dari kebutuhan operasional dan sarana prasarana hingga rehabilitasi wilayah terdampak. Sementara itu, perkembangan titik panas dan kondisi cuaca tetap dipantau sebagai bagian dari penanganan karhutla. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x