BERITA

Kota Terkaya di Indonesia, 6 Fakta Tentang Bontang

internet

MEMONESIA.COM – Perkembangan suatu daerah di Indonesia tentu didasari suatu pertumbuhan ekonomi yang memadai. Walaupun luas wilayah dan penduduk terbilang minim, namun itu lah yang dimiliki Bontang hingga menjadi salah satu kota terkaya di Indonesia, sebuah kota di Provinsi Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Selat Makassar.

Di kota ini berdiri tiga perusahaan besar di bidang yang berbeda-beda, yakni Badak NGL (gas alam), Pupuk Kalimantan Timur, dan Indominco Mandiri (batubara). Bontang memiliki luas wilayah 49,757 km persegi dengan total penduduk 178.917 jiwa (Data Badan Pusat Statistik Bontang 2020). Kota ini pertama kali berdiri pada 1999 lalu, tepatnya 12 Oktober 1999.

Bontang menjadi kota industri yang mengalami perkembangan sangat siginifikan. Bersama dengan Samarinda dan Balikpapan, Bontang adalah penggerak ekonomi utama di provinsi Kalimantan Timur dan juga Pulau Kalimantan. Berikut 6 fakta menarik Kota Bontang yang dirangkum memonesia.com lewat berbagai sumber, 02 September 2021.

1. Berawal dari Perkampungan

Dalam perjalanan sejarah, Bontang yang sebelumnya hanya merupakan perkampungan yang terletak di daerah aliran sungai, kemudian mengalami perubahan status, sehingga menjadi sebuah kota. Ini merupakan tuntutan dari wilayah yang majemuk dan terus berkembang.

Pada awalnya, sebagai kawasan permukiman, Bontang memiliki tata pemerintahan yang sangat sederhana. Semula hanya dipimpin oleh seorang yang dituakan, bergelar Petinggi di bawah naungan kekuasaan Sultan Kutai di Tenggarong. Nama-nama Petinggi Bontang tersebut adalah: Nenek H. Tondeng, Muhammad Arsyad yang kemudian diberi gelar oleh Sultan Kutai sebagai Kapitan, Kideng dan Haji Amir Baida alias Bedang.

Bontang terus berkembang sehingga pada 1952 ditetapkan menjadi sebuah kampong yang dipimpin Tetua Adat. Saat itu kepemimpinan terbagi dua: hal yang menyangkut pemerintahan ditangani oleh Kepala Kampung, sedangkan yang menyangkut adat-istiadat diatur oleh Tetua Adat. Jauh sebelum menjadi wilayah Kota Administratif, sejak 1920 Desa Bontang ditetapkan menjadi ibu kota kecamatan yang kala itu disebut Onder Distrik van Bontang yang diperintah oleh seorang asisten wedana yang bergelar Kiyai. Adapun Kyai yang pernah memerintah di Bontang dan masih lekat dalam ingatan sebagian penduduk adalah: Kiai Anang Kempeng, Kiai Hasan, Kiai Aji Raden, Kiai Anang Acil, Kiai Menong, Kiai Yaman dan Kiai Saleh.

Sebelum menjadi sebuah kota, status Bontang meningkat menjadi kecamatan dibawah pimpinan seorang asisten wedana dalam Pemerintahan Sultan Aji Muhammad Parikesit, Sultan Kutai Kartanegara XIX (1921-1960), setelah ditetapkan Undang-undang No. 27 Tahun 1959 tentang pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan Timur dengan menghapus status Pemerintahan Swapraja.

2. Kota Layak Anak

Bontang meraih penghargaan keempat kalinya sebagai Kota Layak Anak (KLA) pada 2019 lalu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (PPPA RI). Keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta organisasi perangkat daerah (OPD) Anggota Gugus Tugas KLA maupun organisasi, lembaga masyarakat dan dunia usaha.

Bontang dikatakan layak anak karena telah memenuhi sistem pembangunan berbasis hak anak, melalui pengintegrasian komitmen seluruh stakeholder. Selain itu, Bontang juga akan mengembangkan tempat ibadah ramah anak melalui 21 MRA.

3. Salah Satu Kota Terkaya di Indonesia

Bontang menyandang predikat sebagai kota terkaya di Indonesia. Walaupun hanya memiliki tiga kecamatan, kota dengan penduduk lebih dari 170 ribu jiwa ini diberkati dengan kekayaan alam yang luar biasa.

Pasalnya, banyak berbagai investor besar dari luar negeri yang tertarik untuk membangun perusahaan di Bontang. Perusahaan besar di Bontang meliputi Badak NGL (perusahaan tambang gas alam), Indominco Mandiri (perusahaan tambang batu bara), dan masih banyak lagi. Lantas, tidak aneh jika kota yang satu ini memiliki pendapatan per kapita pada 2014, lebih dari Rp300 juta setiap tahunnya.

4. Bontang Kuala, Wisata Kampung Atas Air

Bontang memiliki wisata maritim yang diunggulkan yaitu Bontang Kuala. Kampung nelayan ini menonjolkan keunikannya berupa kampung di atas air dengan daya tarik unik serta fasilitas lengkap. Destinasi wisata di kampung nelayan saat ini tidak boleh dipandang remeh karena fasilitas yang tersedia untuk pengunjung sangatlah lengkap, mulai dari listrik, air bersih, hingga makanan khas Bontang.

Bontang Kuala terdiri atas dua wilayah, yaitu daratan dan di atas laut. Disebut sebagai kampung nelayan karena mata pencaharian dari penduduk di sini utamanya sebagai pencari ikan di laut.

Dinilai sebagai pemukiman yang sangat menarik lantaran tidak ada kampung yang memakai lantai serupa melainkan hanya kayu di sepanjang jalannya. Bilah kayu ulin ini justru jadi daya tarik tersendiri yang membuat banyak orang penasaran dengan kekokohannya.

5. Upacara Laut Bontang

Tradisi upacara laut Bontang merupakan perwujudan rasa syukur dan doa kepada Tuhan agar nelayan senantiasa dilindungi Tuhan dan mendapatkan hasil laut berlimpah untuk menyejahterakan keluarga nelayan. Kegiatan ini diadakan setiap tahunnya di Kota Bontang, antara November-Desember. Upacara laut ini menjadi salah satu acara tahunan yang melibatkan hampir seluruh warga, yakni hampir seperempat warga Kota Bontang berkumpul dalam satu tempat untuk menyaksikan upacara ini.

6. Makanan Khas Bontang

Makanan khas Bontang mungkin tidak sepopuler rendang ataupun gudeg, tapi rasanya tidak kalah enak. Salah satunya Gami Bawis, yakni makanan yang berbahan ikan bawis bercita rasa pedas. Ikan ini hanya hidup di perairan Kalimantan dan durinya pun tak banyak.

Gammi berarti sambal dalam bahasa Indonesia dan Bawis yakni ikan jadi ikan yang diberi sambal khusus khas Bontang. Bumbu gami terdiri dari bawang merah, cabai, dan tomat yang ditumis serta aneka bahan lainnya. Makanan ini biasa disajikan di atas cobek.

Selanjutnya ada Nasi Bekepor, yakni nasi putih yang dicampur dengan bumbu-bumbu khusus sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan nikmat. Disajikan dengan sayur asam khas Kalimantan Timur yang diolah dengan campuran ikan air tawar seperti ikan patin atau gabus. (redaksi)

.
Comments

POPULER

To Top