Gelar Silaturahmi di Santan Tengah, Innayah Travel Bagi-Bagi Voucher Umroh

Admin
28 Okt 2026 12:25
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Kutai Kartanegara – Innayah Travel Umroh dan Haji menggelar silaturahmi bersama para alumni jamaahnya di Desa Santan Tengah, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan dengan para jamaah sekaligus berbagi souvenir, voucher umroh, dan potongan biaya perjalanan ibadah.

Dalam kegiatan tersebut, Innayah Travel menawarkan voucher umroh senilai Rp1 juta serta potongan biaya sebesar Rp2 juta bagi warga yang mendaftar pada hari pelaksanaan acara. Penawaran ini berlaku selama satu tahun berjalan.

Chief Executive Officer (CEO) Innayah Travel Umroh dan Haji Kota Bontang, Suryadi, mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk menjaga hubungan baik dengan para alumni dan masyarakat setempat.

Menurutnya, kesempatan untuk berkumpul dalam keadaan sehat dan saling mempererat silaturahmi merupakan rezeki yang patut disyukuri.

“Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita diberi kesehatan, kekuatan dan rezeki oleh Allah SWT untuk dapat hadir di Desa Santan Tengah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, suasana kebersamaan semakin meriah dengan pembagian souvenir dan voucher umroh kepada para alumni serta warga Santan Tengah lainnya.

“Kita juga bagi-bagi souvenir serta voucher umroh kepada para alumni dan warga Santan lainnya. Voucher umrohnya sebesar Rp1 juta dan potongan Rp2 juta lagi untuk yang melakukan pendaftaran hari ini. Voucher ini berlaku selama satu tahun berjalan,” jelasnya.

Suryadi juga mengenang perjalanan Innayah Travel saat pertama kali memperkenalkan layanan perjalanan umroh kepada masyarakat Desa Santan Tengah. Kala itu, pihaknya menghadapi penolakan dari sejumlah warga yang masih menyimpan trauma akibat kasus penipuan berkedok perjalanan umroh.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Innayah untuk membangun kepercayaan masyarakat. Suryadi mengatakan pihaknya memilih bersabar dan membuktikan komitmen melalui pelayanan serta keberangkatan jamaah dari desa tersebut.

“Saya ingat awal-awal kita masuk di sini banyak warga yang menolak, trauma akibat pernah ditipu oleh travel umroh. Tapi kita sabar, buktikan, dan akhirnya dapat dipercaya warga Santan,” katanya.

Pengalaman tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat perlu dibangun melalui pembuktian, bukan sekadar penawaran. Terlebih, masyarakat perlu lebih cermat memilih penyelenggara perjalanan ibadah di tengah masih adanya kasus penipuan yang mengatasnamakan layanan umroh.

Suryadi mengimbau warga agar tidak mudah tergiur penawaran paket umroh dengan harga jauh di bawah standar tanpa terlebih dahulu memastikan legalitas dan kredibilitas penyelenggaranya.

“Modus penipuan umroh itu bisa macam-macam bentuknya. Apalagi ada travel umroh yang berani menawarkan dengan harga jauh di bawah harga standar, itu perlu dipastikan ulang kebenarannya,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x