66 Guru Pengganti Bontang Sudah Mengajar Sejak Juli, Pencarian Honor Dirapel di APBD-P

Admin
9 Sep 2026 15:17
Bontang 0
2 menit membaca

 

MEMONESIA.COM, Bontang – Sebanyak 66 guru pengganti yang direkrut Pemerintah Kota Bontang telah mulai mengisi kekosongan tenaga pengajar di sejumlah sekolah sejak Juli 2026.

Meski sudah menjalankan tugas selama tiga bulan, honor mereka belum dapat dibayarkan. Pemerintah masih menunggu pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026 karena kebutuhan anggaran guru pengganti belum masuk dalam anggaran awal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang Abdu Safa Muha mengatakan seluruh guru yang direkrut telah ditempatkan di sekolah yang membutuhkan dan sudah aktif mengajar.

“Mereka sudah mulai masuk, sudah mulai mengajar juga,” ujar Abdu, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, pembayaran honor tidak akan menghilangkan hak guru atas masa kerja sejak mereka mulai bertugas. Honor akan dibayarkan secara rapel setelah anggaran perubahan disahkan.

Artinya, pembayaran nantinya mencakup honor untuk periode Juli, Agustus, hingga September 2026.

“Mau tidak mau pasti dirapel, karena mereka sudah masuk dari Juli. Tidak mungkin sekolah serta-merta mengubah RAPBS-nya. Harus menunggu pengesahan anggaran perubahan,” jelasnya.

Setelah periode tersebut, mekanisme penggajian kembali berubah. Mulai Oktober hingga Desember 2026, para guru pengganti akan ditempatkan dengan status Pegawai Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP).

Untuk masuk dalam skema tersebut, guru perlu menyelesaikan sejumlah persyaratan administrasi, termasuk pengurusan berita acara dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Mulai Oktober, November, Desember statusnya menjadi PJLP, mereka akan mengurus ke PTSP untuk itu,” tambah Abdu.

Namun, keberadaan 66 guru pengganti tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan kekurangan tenaga pengajar di Bontang.

Disdikbud mencatat masih terdapat kebutuhan sekitar 127 guru yang belum seluruhnya terisi. Karena itu, pemerintah masih membuka kemungkinan melakukan penambahan guru pengganti, tetapi pelaksanaannya akan kembali disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Untuk penambahan lagi pasti ada, namun kami menyesuaikan anggaran, karena sekarang baru 66 dan ini belum memenuhi seluruh kekosongan guru yang mencakup 127 orang,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x