Kondisi truk pengangkut elpiji mengalami tabarakn beruntun.MEMONESIA.COM, Bontang – Empat truk terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Poros Bontang–Samarinda, Kilometer 70, Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Rabu (12/8/2026) malam.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 19.00 Wita itu bermula ketika sebuah truk Hino 500 diduga kehilangan kendali saat melintasi ruas jalan menurun. Satu orang pengemudi mengalami luka berat dalam kejadian tersebut.
Kasat Lantas Polres Bontang AKP Purwo Asmadi mengatakan truk Hino 500 putih bernomor polisi KT 8110 ZU saat itu bergerak dari arah Samarinda menuju Bontang.
Saat melewati jalan menurun, kendaraan tersebut diduga mengalami masalah dalam pengendalian hingga bergerak ke sisi berlawanan.
Di waktu bersamaan, truk Hino biru bernomor polisi KT 8971 LU melaju dari arah Bontang. Kedua kendaraan kemudian bertabrakan.
Benturan tersebut tidak berhenti di dua kendaraan. Truk Hino putih terus bergerak dan menghantam salah satu truk Hino merah pengangkut tabung LPG yang berada di depannya.
Truk pengangkut LPG yang terdorong akibat benturan kemudian menabrak truk LPG lainnya. Total empat kendaraan akhirnya terlibat dalam rangkaian kecelakaan tersebut.
“Maka terjadilah kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan,” kata Purwo saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).
Salah seorang sopir truk pengangkut LPG berinisial Am mengalami luka berat. Ia sempat terjepit di dalam kabin setelah kendaraan yang dikemudikannya mengalami benturan.
“Korban sempat terjepit di kabin, setelahnya petugas Pospol Prangat bersama tim gabungan melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit Samarinda untuk memperoleh perawatan,” jelasnya.
Meski melibatkan empat truk, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan akibat benturan.
Adapun kendaraan yang terlibat terdiri dari truk Hino 500 putih KT 8110 ZU, Hino biru KT 8971 LU, serta dua truk Hino merah yang mengangkut tabung LPG.
Polisi belum menetapkan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan truk kehilangan kendali masih menjadi bagian dari informasi awal yang harus diverifikasi melalui pemeriksaan.
“Kami masih melakukan olah TKP dan interogasi kepada pihak-pihak yang terlibat, sehingga kami belum bisa memberikan kesimpulan sebelum seluruh fakta terverifikasi,” tegas Purwo. (*)
Tidak ada komentar