Polder Tanjung Laut Ditargetkan Berfungsi Tahun Ini, Tapi Belum Maksimal

Admin
14 Agu 2026 10:48
3 menit membaca

MEMONESIA.COM, Bontang – Polder Tanjung Laut ditargetkan mulai difungsikan tahun ini untuk mengurangi genangan di kawasan Tanjung Laut, terutama di sekitar Era Fresh. Namun, polder tersebut belum bisa bekerja secara optimal karena sejumlah fasilitas penunjang masih belum tersedia.

Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang Edi Suprapto mengatakan pekerjaan yang diprioritaskan tahun ini adalah penyelesaian kolam tampung dan badan jalan.

“Secara fungsi tetap kita fungsikan, tetapi belum maksimal. Pompa baru satu unit, padahal idealnya dua unit. Selain itu masih membutuhkan genset sebagai pengaman jika listrik padam,” ujar Edi, beberapa waktu lalu.

Artinya, ketika mulai digunakan nanti, Polder Tanjung Laut belum bekerja dengan kapasitas ideal. Pemerintah masih harus melengkapi sejumlah komponen penting untuk menunjang operasionalnya.

Meski begitu, PUPRK berharap fungsi utama polder sudah bisa berjalan tahun ini. Keberadaannya diharapkan membantu mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di depan Era Fresh dan kawasan sekitarnya.

Luas lahan yang saat ini tersedia sekitar 36 ribu meter persegi. Angka tersebut lebih kecil dibanding rencana awal yang mencapai sekitar 38 ribu meter persegi.

Pemkot Bontang belum berencana menambah lahan dalam waktu dekat. Pemerintah memilih memaksimalkan lahan yang tersedia untuk menyelesaikan fungsi utama polder terlebih dahulu.

Sejumlah fasilitas pendukung juga belum masuk dalam pekerjaan utama. Area parkir, jogging track, dan sarana lainnya baru akan diusulkan melalui pekerjaan lanjutan.

Edi memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pengembangan berikutnya bisa menembus lebih dari Rp10 miliar. Nilai tersebut masih dapat berubah mengikuti desain dan kebutuhan konstruksi.

Di tengah pengerjaan, desain struktur polder juga mengalami perubahan. Konstruksi yang semula direncanakan menggunakan pasangan batu kemudian diganti dengan concrete sheet pile (CCSP).

Perubahan tersebut berkaitan dengan keterbatasan material batu gunung di Bontang. Selain itu, perizinan sejumlah lokasi galian C juga belum jelas.

“Kalau tetap menggunakan pasangan batu, kebutuhan batu gunung bisa mencapai sekitar 30 ribu meter kubik. Karena itu desain diubah menggunakan precast sheet pile,” jelas Edi.

Untuk lahan, PUPRK belum melihat kebutuhan mendesak melakukan pembebasan tambahan. Penambahan lahan, kata Edi, membutuhkan kajian dan proses perencanaan kembali.

Sementara rumah warga yang masuk dalam area penanganan telah diinventarisasi. Pekerjaan di sekitar permukiman akan dilakukan setelah proses pemancangan selesai untuk mengurangi dampak konstruksi terhadap warga.

Pembangunan Polder Tanjung Laut dibiayai melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2026. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp38,59 miliar.

Proyek dikerjakan PT Bumi Lasinrang dengan konsultan supervisi PT Teknika Cipta Konsultan KSO CV Karya Pratama Consultant. Pekerjaan dimulai 29 Mei 2026 dengan masa pelaksanaan 210 hari kalender.

Dengan target mulai difungsikan tahun ini, penyelesaian kolam tampung menjadi pekerjaan yang dikejar terlebih dahulu. Sementara penambahan pompa, genset, serta fasilitas pendukung lainnya masih menunggu tahapan dan anggaran berikutnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x