Ilustrasi Guru PAUD.BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai memetakan ulang tenaga pendidik sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan, dengan fokus utama pada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang belum bergelar sarjana (S1).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang, Abdul Safa Muha, mengungkapkan bahwa jumlah guru di kota ini telah menembus angka 4.000 orang, mayoritas berasal dari sekolah swasta.
Berdasarkan jumlah tersebut, masih terdapat tenaga pendidik PAUD yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal.
“Ini menjadi perhatian kami. Data akan kami petakan agar program peningkatan kualifikasi bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Upaya tersebut selaras dengan kebijakan Pemerintah Kota Bontang yang mendorong percepatan peningkatan kapasitas guru melalui pendidikan formal.
Berbagai dukungan pun disiapkan untuk membuka akses kuliah bagi para pendidik.
Lalu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa kualitas guru menjadi faktor penentu dalam keberhasilan proses belajar, terutama di jenjang usia dini yang menjadi fondasi pendidikan anak.
Menurutnya, guru dengan latar belakang pendidikan yang lebih tinggi akan memiliki kemampuan lebih dalam menyusun metode pembelajaran yang efektif dan sesuai perkembangan peserta didik.
“Kalau kualitas gurunya meningkat, maka dampaknya juga langsung terasa pada kualitas pembelajaran,” jelasnya.
Pemkot Bontang juga memberikan kemudahan berupa bantuan biaya pendidikan, termasuk program pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), guna mendorong minat guru melanjutkan studi.
Namun demikian, Neni mengingatkan bahwa ketersediaan fasilitas tersebut harus diimbangi dengan kesungguhan dari para guru untuk mengambil kesempatan tersebut.
Melalui langkah pendataan dan dukungan pembiayaan ini, pemerintah berharap percepatan peningkatan kualifikasi guru PAUD, dapat berjalan lebih efektif dan merata di seluruh Bontang. (ns/sr)
Tidak ada komentar