Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Erman Subekti)MEMONESIA.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan peringatan keras kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai setelah muncul pengakuan adanya setoran ratusan juta rupiah untuk meloloskan pakaian bekas impor ilegal.
Pengakuan tersebut disampaikan Perwakilan Pedagang Thrifting Pasar Senen, Rifai Silalahi, dalam rapat bersama BAM DPR RI. Ia menyebut mayoritas barang thrifting masuk secara ilegal karena ada pihak yang memfasilitasi jalur pelabuhan.
“Kalau yang ilegal itu kurang lebih Rp 550 juta per kontainer melalui pelabuhan. Barang itu bisa masuk tidak sekonyong-konyong sampai Indonesia terbang sendiri. Artinya ada yang memfasilitasi. Kami ini korban, Pak,” ujar Rifai.
Menkeu Purbaya langsung merespons. Ia menegaskan pernyataan tersebut harus dibuktikan dengan data yang valid sebelum dilakukan penindakan terhadap oknum Bea Cukai.
“Orang bisa ngomong apa saja, belum tentu betul. Harus diklarifikasi lagi betul apa enggak,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Ia menantang pedagang untuk melapor langsung kepada Kemenkeu sambil membawa bukti lengkap. Purbaya menegaskan tak segan menindak jika praktik tersebut benar terjadi.
“Kalau ada tuduhan itu, coba record-nya mana? Saya akan tindak langsung. Kalau cuma ngomong-ngomong saja, itu fitnah. Kalau ada buktinya, saya eksekusi langsung,” tegasnya.
Ia memastikan jajaran Bea Cukai telah mendapat peringatan keras agar tidak bermain-main dalam pengawasan impor. Menurutnya, integritas pegawai kini jauh lebih ketat sehingga peluang penyimpangan semakin kecil.
“Orang Bea Cukai sudah nggak berani main-main lagi. Kalau main-main ya saya tindak. Banyak orang baiknya, jadi nggak usah khawatir,” katanya.
Dalam kebijakannya, Purbaya juga menegaskan komitmen memperketat pengawasan di pelabuhan sebagai upaya memutus suplai barang impor ilegal, khususnya pakaian bekas.
Ia menyebut langkah ini penting untuk melindungi industri dalam negeri serta mendorong masyarakat kembali membeli produk buatan lokal dan UMKM.
“Kalau suplainya dicekik, pelan-pelan habis. Saya harapkan mereka nanti belanjanya produk dalam negeri,” ujarnya dalam kesempatan berbeda, Senin (27/10/2025).
Ia menambahkan bahwa Bea Cukai menjadi garda utama pengawasan arus barang di pelabuhan. Pemerintah disebut terus memantau dan siap menindak para importir ilegal.
“Nama-namanya saya sudah punya. Saya harapkan mereka berhenti. Karena ke depan kita tindak, sekarang pun di lapangan kita periksa terus. Kalau tertangkap, ya nggak bisa kayak dulu lagi,” kata Purbaya.
Tidak ada komentar