IlustrasiBONTANG – Ribuan peserta Job Fair Kota Bontang 2025 hingga kini belum mendapat kepastian akhir. Rekapitulasi penyerapan tenaga kerja masih dalam proses, sementara para pelamar menunggu hasil resmi yang belum juga diumumkan secara menyeluruh.
Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang mengakui laporan final dari perusahaan dan lembaga peserta belum sepenuhnya masuk. Data penempatan pun belum bisa disimpulkan secara utuh.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, menyampaikan bahwa peluang yang ditawarkan dalam ajang tersebut mencapai 766 kesempatan.
“Kami data kemarin itu sekitar 766 peluang, meliputi 310 posisi pekerjaan, 287 kuota pelatihan, 69 kesempatan magang, serta 100 program sertifikasi,” ujarnya, Rabu (18/2/2026), di Kantor Disnaker Kota Bontang.
Dari total 5.312 pendaftar, sebanyak 3.613 orang melamar pekerjaan, 1.230 mendaftar pelatihan, 326 memilih jalur magang, dan 143 mengikuti program sertifikasi.
Namun hingga laporan terakhir, jumlah yang telah dipastikan terserap baru 397 orang. Rinciannya terdiri dari 110 orang diterima bekerja, 164 mengikuti pelatihan, 46 menjalani magang, dan 77 masuk program sertifikasi.
Angka tersebut masih jauh dari total pendaftar. Meski begitu, Disnaker menilai hasil akhir masih bisa berubah karena sejumlah perusahaan belum menuntaskan tahapan seleksi.
Lukman menjelaskan, sebagian perusahaan membutuhkan waktu panjang dalam proses rekrutmen. Bahkan, ada yang berlangsung berbulan-bulan hingga hampir satu tahun.
“Kami masih menunggu laporan resmi dari beberapa perusahaan yang seleksinya belum rampung. Prosesnya memang cukup panjang di sebagian tempat,” jelasnya.
Untuk mempercepat pembaruan, Disnaker telah meminta seluruh peserta job fair segera menyampaikan perkembangan hasil seleksi.
“Nanti di-update melalui kanal komunikasi resmi Job Fair 2025, sehingga angka penempatan dapat diperbarui secara berkala dan lebih akurat,” tandasnya.
Tidak ada komentar