SENDAWAR – Komitmen melestarikan budaya lokal terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui Grand Final Pemilihan Kanda Dinda Duta Budaya 2026. Ajang yang digelar di Gedung Aji Tullur Jejangkat (ATJ), Barong Tongkok, Senin (15/6/2026), itu tidak sekadar mencari pemenang, tetapi menyiapkan generasi muda yang siap menjadi wajah budaya Kubar di tingkat yang lebih luas.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar tersebut menjadi tahapan akhir penjaringan putra-putri terbaik daerah yang nantinya bertugas sebagai Duta Budaya sekaligus mewakili Kubar pada ajang tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Asisten II Sekretariat Daerah Kubar Ali Sadikin yang membuka kegiatan mewakili Bupati Kubar menegaskan, tantangan pelestarian budaya saat ini semakin besar seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat.
Karena itu, menurutnya, generasi muda harus tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga identitas budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Pemilihan Duta Budaya bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi wajah budaya Kutai Barat, memiliki wawasan yang baik, serta mampu memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Ali menilai kemajuan teknologi justru dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan budaya daerah. Berbagai platform digital dinilai mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas dalam mengenalkan adat, seni, bahasa, hingga tradisi yang dimiliki Kubar.
Ia mengajak generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mempromosikan budaya lokal, bukan sebaliknya meninggalkan identitas yang telah diwariskan para leluhur.

“Budaya kita memiliki nilai yang sangat besar. Karena itu, anak-anak muda harus menjadi pelopor dalam menjaga dan memperkenalkannya. Manfaatkan teknologi sebagai sarana promosi, bukan justru membuat kita melupakan identitas budaya yang kita miliki,” katanya.
Selain itu, Ali meminta para finalis menjadikan seluruh proses seleksi sebagai bekal untuk mengembangkan kapasitas diri, memperluas wawasan budaya, serta memperkuat karakter sebagai generasi penerus daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Nanzy Paskadalius, mengatakan minat generasi muda mengikuti ajang Duta Budaya tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Sebanyak 44 peserta dinyatakan lolos administrasi dan mengikuti tahapan seleksi. Jumlah tersebut meningkat dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya, menunjukkan semakin tingginya kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya daerah.
“Antusiasme peserta tahun ini sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga budaya daerah terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.
Dari seluruh peserta yang mengikuti proses seleksi, panitia akhirnya menetapkan 12 finalis terbaik untuk tampil pada malam grand final. Para finalis tersebut dinilai memiliki kemampuan, wawasan budaya, serta potensi untuk menjadi representasi Kutai Barat di tingkat provinsi.
Nanzy berharap siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Kanda dan Dinda Duta Budaya Kubar 2026 mampu menjalankan peran lebih luas daripada sekadar menyandang gelar.
“Kami berharap para finalis tidak hanya berhenti pada ajang kompetisi ini. Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu menjadi agen pelestarian budaya dan terus mengajak generasi muda lainnya untuk mencintai budaya daerah,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kubar)
Tidak ada komentar