Para peserta Bontang City Carnival (BCC) 2025 tampil memukau dengan kostum etnik berornamen megah saat melintasi karpet merah di kawasan pusat kota Bontang, Sabtu (1/11/2025).BONTANG – Pasca penyelenggaraan Bontang City Carnival (BCC) 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mulai melakukan evaluasi internal untuk membenahi sejumlah kendala yang muncul sepanjang pelaksanaan acara.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menilai gelaran tahun ini berjalan lancar, namun beberapa aspek masih membutuhkan perbaikan agar penyelenggaraan berikutnya lebih efisien dan nyaman bagi peserta maupun penonton.
Ia menyebut durasi acara yang berlangsung lebih dari dua jam menjadi salah satu catatan utama karena agenda harus menunggu kehadiran Gubernur Kalimantan Timur.
“Mungkin kemarin memang durasi acaranya cukup panjang. Karena kita menunggu kehadiran Bapak Gubernur dan tentu harus menghormati beliau,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Masukan dari peserta dan masyarakat juga diterimanya, termasuk usulan agar BCC digelar selama dua hari. Menurutnya, ide tersebut masuk akal mengingat padatnya rangkaian kegiatan yang mencakup karnaval dan pawai budaya.
“Apalagi selain karnaval, ada juga pawai budaya, jadi wajar kalau waktunya molor,” katanya.
Dari sisi teknis, panitia sebenarnya telah menyusun jadwal ketat agar acara dapat selesai tepat waktu. Ia menjelaskan, acara seharusnya rampung sekitar pukul 00.00 apabila dimulai sesuai rencana.
“Jika mulai tepat waktu jam 19.00, maka akan selesai pukul 00.00 sesuai target. Bahkan hal-hal nonteknis juga sudah kami antisipasi. Tapi, untuk cuaca memang sulit diprediksi,” jelasnya.
Ke depan, Disdikbud mempertimbangkan fase bulan sebagai acuan penentuan tanggal pelaksanaan BCC untuk menghindari potensi hujan. Ia memandang cuaca relatif lebih cerah setelah tanggal 6 dalam kalender lunar.
“Kalau sudah tanggal 6 ke atas, biasanya cuacanya lebih cerah. Jadi saya minta teman-teman memperhatikan fase bulan, karena biasanya kalau masih bulan baru atau sabit, potensi hujan tinggi,” tuturnya.
Abdu Safa juga menerima keluhan penonton mengenai keterbatasan ruang dan pembatas area acara yang membuat sebagian warga kesulitan menikmati penampilan peserta. Ia menilai simpang Ramayana atau simpang Berbas sebagai lokasi ideal, namun perbaikan jalan tahun ini membuat acara dipindahkan ke Jalan Ahmad Yani.
Ia menyebut konsep pelaksanaan malam hari kemungkinan tetap dipertahankan karena kondisi suhu dan kenyamanan peserta.
“Kalau siang hari panasnya luar biasa, jalan juga akan panas aspalnya. Jadi, untuk sementara malam lebih nyaman untuk BCC,” ucapnya.
Tidak ada komentar