BERITA

Antisipasi Penolakan Vaksin Covid-19, Ini Strategi Pemkot Bontang

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Bontang, Adi Permana. (Fajri/Memonesia.com)

BONTANG – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Bontang, Adi Permana tak menampik adanya kemungkinan gerakan anti vaksin di masyarakat. Ia menerangkan pemerintah akan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar mau disuntik vaksin.

“Kami selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya vaksin sebagai upaya penanganan covid-19,” katanya, Jumat (19/02).

Adi meminta agar masyarakat tidak perlu ragu untuk divaksin. Apalagi vaksin covid-19 yang digunakan sudah mendapatkan izin dari BPOM dan sertifikat halal dari MUI. “Vaksin yang digunakan saat ini aman dan halal,” sebutnya.

Kata dia, vaksin Covid-19 yang sebelumnya digunakan untuk tenaga kesehatan (Nakes) di Bontang, hingga saat ini belum ditemukan efek samping yang serius. “Efek sampingnya paling ngantuk, itu bersifat ringan dan dapat segera hilang. Jadi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir,” ucapnya.

Menurut Adi, masyarakat perlu menyadari bahwa vaksinasi ini sangat penting untuk membentuk kekebalan tubuh. “Ini kan bukan hanya untuk kesehatan individu,” tukasnya.

Demikian, dia meminta agar masyarakat dapat ikut serta berpartisipasi dalam program vaksinasi sehingga sistem kekebalan komunitas dapat segera tercapai.

Pun dia menyebut, ada peraturan yang mengatur tentang kewajiban vaksinasi bagi masyarakat. “Harus diperhatikan, dalam Perpres No 14/2021 diatur sanksi bagi masyarakat yang menolak atau menghalangi vaksinasi,” jelasnya. (*/Fajri Sunaryo)

.
Comments

POPULER

To Top