Pemkab Kukar Usulkan Satu Perusahaan Gelar Satu Festival

Admin
23 Sep 2026 13:46
3 menit membaca

MEMONESIA.COM, Bontang — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengusulkan keterlibatan perusahaan dalam penyelenggaraan kegiatan pariwisata melalui konsep one company, one festival. Gagasan tersebut diarahkan agar perusahaan yang beroperasi di Kukar ikut mengembangkan agenda wisata di wilayah operasionalnya.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan keterlibatan dunia usaha diperlukan untuk memperluas dukungan terhadap pengembangan pariwisata, terutama ketika pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran.

“Tahun depan harusnya ada one company, one festival. Jadi satu perusahaan besar di Kukar harus punya satu festival yang baik. Artinya apa? Jelas, kontribusinya untuk pariwisata,” ujar Rendi.

Menurutnya, perusahaan dapat mengembangkan atau mendukung kegiatan yang memiliki keterkaitan dengan karakter dan potensi wilayah tempat perusahaan beroperasi.

Rendi mencontohkan perusahaan seperti Bayan yang memiliki wilayah operasional di Kukar. Menurutnya, aktivitas yang memiliki potensi menjadi daya tarik masyarakat dapat dikembangkan menjadi bagian dari agenda wisata, termasuk di wilayah Tabang maupun Tenggarong.

Ia berharap semakin banyak perusahaan mengambil bagian dalam penyelenggaraan festival maupun kegiatan lain yang dapat mendorong munculnya daya tarik wisata baru di Kukar.

Selain melibatkan dunia usaha, Pemkab Kukar juga mengembangkan konsep One District, One Festival dengan mendorong 20 kecamatan memiliki agenda unggulan yang mengangkat karakter dan potensi masing-masing wilayah.

“Banyak festival di 20 kecamatan di Kutai Kartanegara yang tetap wajib hukumnya dia adakan bahkan kapasitasnya diperbesar ke depan,” tegasnya.

Rendi mengatakan pengembangan agenda wisata tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Pemerintah daerah juga ingin wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama dan melakukan aktivitas ekonomi selama berada di Kukar.

“Kukar harus menjadi destinasi, bukan hanya tempat untuk persinggahan yang short term,” ujarnya.

Menurutnya, lama tinggal wisatawan berkaitan dengan perputaran ekonomi di daerah. Wisatawan yang menghabiskan waktu lebih lama di Kukar diharapkan membelanjakan uangnya pada berbagai sektor, termasuk UMKM dan usaha akomodasi.

“Orang harus spend uangnya di Kukar. Baru Kukar bisa meningkat di pariwisatanya secara keseluruhan,” katanya.

Rendi mengatakan pengembangan festival dan destinasi tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menyebut sejumlah destinasi baru terus dikembangkan untuk menjadi bagian dari daya tarik wisata Kukar, salah satunya Arbi Space di kawasan Tuah Himba.

“Menunjukkan tren yang baik, terus terjadi peningkatan, walaupun di tengah efisiensi yang terjadi kita tetap bisa bertahan, tetap ada festival-festival dilaksanakan, tetap ada bangunan-bangunan destinasi yang menjadi pemantik pariwisata di Kukar,” kata Rendi.

Ia menilai potensi wisata Kukar tersebar di 20 kecamatan dengan karakter yang berbeda. Pengembangan festival dan destinasi di masing-masing wilayah dinilai dapat memperbanyak pilihan aktivitas bagi wisatawan sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi bagi masyarakat.

Rendi mengatakan pemerintah daerah selanjutnya mendorong keterlibatan lebih luas dari dunia usaha dalam agenda tersebut. Konsep one company, one festival diharapkan menjadi salah satu pola kolaborasi untuk menambah kegiatan wisata di Kukar. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x