Kukar Cari Investor Bioskop, Pemerintah Siapkan Lahan

Admin
3 Nov 2026 15:47
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menjajaki investasi pembangunan bioskop dengan menawarkan skema kerja sama: pemerintah daerah menyiapkan lahan, sementara pembangunan fasilitas ditanggung investor.

Rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan. Sejumlah calon investor telah dihubungi, tetapi belum ada kesepakatan karena masing-masing menawarkan pola kerja sama yang berbeda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin, mengatakan pemerintah daerah mencari investor yang bersedia mengikuti skema yang telah disiapkan.

“Ada beberapa calon investor yang sudah kami jajaki, tetapi masing-masing memiliki pola kerja sama yang berbeda. Ada yang menawarkan pembebasan lahan sekaligus membangun dari awal, sementara skema yang diharapkan, Pemda menyiapkan lahan dan pihak investor yang membangun,” ungkap Burhanuddin, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, Disperindag Kukar telah berkomunikasi dengan sejumlah calon investor yang memiliki pengalaman membangun fasilitas serupa di berbagai daerah. Di antaranya investor yang pernah mengerjakan proyek di Berau, Batu Licin, serta beberapa wilayah di Sulawesi.

Namun, komunikasi tersebut belum berujung pada kesepakatan. Pertemuan lanjutan masih diperlukan untuk menyamakan skema kerja sama, termasuk pembagian peran antara pemerintah daerah dan pihak ketiga.

“Masih perlu ada pertemuan lanjutan untuk membahas sistem kerja samanya. Kami mencari investor yang bersedia mengikuti pola yang diharapkan, yakni pemerintah daerah menyiapkan lahan dan pihak ketiga membangun fasilitas bioskop,” jelasnya.

Selain mencari investor, Pemkab Kukar juga mempertimbangkan lokasi pembangunan. Kawasan Tangga Arung Square (TAS) menjadi salah satu opsi, tetapi belum ditetapkan sebagai lokasi bioskop.

Burhanuddin mengatakan survei ulang masih diperlukan untuk memastikan posisi dan kondisi lahan di kawasan tersebut. Kajian teknis juga dibutuhkan agar rencana pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon investor.

“Kalau di TAS, masih harus dilakukan survei kembali untuk memastikan posisi dan kondisi lokasinya. Kami juga perlu melihat secara teknis bagaimana rencana pihak ketiga yang ingin membangun di sana,” katanya.

Hingga kini, belum ada kepastian waktu pembangunan bioskop di Kukar. Realisasinya masih bergantung pada kesepakatan dengan investor, kecocokan skema kerja sama, serta kesiapan lahan yang akan digunakan. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x