SPPG Bontang Selatan 06 saat grand opening lalu. (Istimewa)MEMONESIA.COM, Bontang – Operasional lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bontang hingga kini masih dihentikan sementara. Dua di antaranya berkaitan langsung dengan insiden keracunan yang sebelumnya terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Regional atau Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Surya Dwi Saputra mengatakan, penghentian tersebut merupakan bagian dari evaluasi sebelum seluruh dapur kembali menjalankan pelayanan.
Dari 22 SPPG di Bontang yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK), sebanyak lima unit saat ini belum kembali beroperasi.
“22 SPPG ini semuanya sudah memiliki SK, namun memang ada lima yang dihentikan sementara,” ujar Surya, Rabu (9/9/2026).
Namun, Surya menegaskan penghentian lima SPPG tersebut tidak seluruhnya disebabkan oleh persoalan keamanan pangan.
Dua dapur yang penghentiannya berkaitan dengan kasus keracunan berada di SPPG Bontang Utara 2 dan SPPG Bontang Selatan 5.
Sementara tiga SPPG lainnya menjalani penghentian karena masih membutuhkan pembenahan pada fasilitas maupun bangunan. Perbaikan dilakukan untuk memastikan dapur memenuhi standar yang dibutuhkan sebelum kembali melayani penerima manfaat.
Lima lokasi yang saat ini terdampak penghentian sementara tersebar di Kelurahan Api-Api, Berbas Tengah, Tanjung Laut, Gunung Telihan, dan Loktuan.
Selain persoalan fasilitas dan evaluasi pascainsiden, terdapat pula satu SPPG yang belum dapat beroperasi karena pencairan dana melalui virtual account belum dilakukan.
Surya menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan moratorium yang diterapkan secara terpusat.
“Ada satu SPPG, dana melalui virtual account-nya belum cair, karena juga bagian dari kebijakan moratorium yang dilakukan secara terpusat,” jelasnya. (*)
Tidak ada komentar