Pemkot Bontang Kejar Hibah Lahan Jembatan SMPN 5 Demi Perbaikan

Admin
8 Sep 2026 09:37
Bontang 0
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengejar kepastian lahan untuk mempercepat perbaikan jembatan menuju SMP Negeri 5 Bontang. Pemkot menargetkan permohonan hibah sebagian lahan milik perusahaan dapat diajukan dalam waktu sekitar satu bulan.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, kepastian lahan menjadi langkah penting sebelum pemerintah dapat melakukan perbaikan fisik terhadap jembatan yang telah digunakan selama kurang lebih 21 tahun tersebut.

Menurut Agus, pemerintah akan berkomunikasi langsung dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk membahas kemungkinan hibah sebagian lahan yang menjadi lokasi akses jembatan.

Lahan tersebut berkaitan dengan PT Kaltim Industrial Estate (KIE) dan PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), yang berada dalam naungan PKT.

“Dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan pihak perusahaan. Kami ingin membahas langsung kemungkinan pemanfaatan sebagian lahan tersebut untuk kepentingan akses pendidikan,” tegas Agus, Selasa (8/9/2026).

Pemkot Bontang tidak ingin persoalan lahan kembali menjadi penghambat perbaikan jembatan. Agus mengatakan, pembahasan dengan perusahaan akan dikawal bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Dinas PUPRK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bontang akan dilibatkan dalam proses tersebut.

Agus menilai hibah lahan memiliki kepentingan publik yang kuat. Sebab, jembatan tersebut merupakan akses utama menuju SMP Negeri 5 Bontang yang setiap hari digunakan siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat.

“Konsep dan kajiannya sudah kami siapkan. Sekarang yang perlu dipastikan adalah status lahannya. Kalau itu sudah clear, tahapan pembangunan bisa kami dorong lebih cepat,” katanya.

Ia menegaskan, pengajuan hibah tidak boleh berhenti sebatas surat permohonan. Pemkot ingin ada pembahasan langsung dengan pihak perusahaan sehingga status lahan dapat segera memperoleh kepastian.

Kebutuhan tersebut semakin mendesak karena jembatan telah berusia sekitar 21 tahun dan kondisinya mulai mengalami penurunan. Sejumlah bagian jembatan dilaporkan rusak, sementara permukaannya mengalami penurunan dan mudah tergenang ketika hujan deras.

Pagar pengaman di sisi jembatan juga mulai keropos. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena akses tersebut masih digunakan setiap hari oleh para pelajar dan masyarakat.

Pemkot berharap perusahaan dapat memberikan dukungan melalui hibah sebagian lahan. Dengan kepastian tersebut, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk mendorong perbaikan jembatan secara permanen.

Agus memastikan pemerintah akan mengawal proses tersebut hingga mendapatkan keputusan. Ia menegaskan perbaikan jembatan tidak bisa terus tertunda karena menyangkut keselamatan pengguna sekaligus akses utama menuju fasilitas pendidikan.

“Kami akan kawal prosesnya sampai ada kejelasan. Prinsipnya, akses menuju sekolah ini harus aman dan layak digunakan,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x