Video Viral Diduga Nistakan Doa, Polisi Libatkan MUI-FKUB Bontang

Admin
9 Mar 2026 10:32
Bontang 0
2 menit membaca

BONTANG – Polres Bontang menindaklanjuti video viral di media sosial yang diduga memplesetkan lafaz doa. Dalam penanganannya, kepolisian menghadirkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bontang untuk melakukan klarifikasi bersama pihak yang terlibat.

Kasus itu diketahui melalui patroli siber Unit IV Sat Intelkam Polres Bontang, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu, petugas menemukan unggahan video di media sosial yang kemudian memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat.

Setelah menemukan video tersebut, jajaran Sat Intelkam bersama Sat Reskrim Polres Bontang melakukan penelusuran terhadap akun yang mengunggah konten. Polisi juga melakukan profiling terhadap pihak yang berkaitan dengan video itu.

Selasa (10/3/2026) dini hari, Polres Bontang memfasilitasi pertemuan klarifikasi di Ruang Presisi Sat Reskrim. Dalam pertemuan itu, hadir Ketua FKUB Kota Bontang KH Mulkan Adzima dan Ketua MUI Kota Bontang H Misbahul Munir.

Selain tokoh agama, polisi juga menghadirkan pihak yang membuat, merekam, dan menyebarkan video. Pertemuan itu dilakukan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

Dari hasil klarifikasi, video tersebut diketahui dibuat dalam suasana bercanda saat kegiatan buka puasa bersama. Namun karena memuat ucapan yang dianggap mempermainkan lafaz doa, konten itu kemudian memicu reaksi setelah tersebar di media sosial.

Pihak yang terlibat telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Mereka juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.

Selain itu, mereka diminta membuat video klarifikasi sebagai bentuk tanggung jawab atas konten yang sempat beredar. Langkah itu diambil agar penjelasan terkait video tersebut juga sampai ke publik.

Kapolres Bontang melalui Kasi Humas AKP Dany mengatakan, kehadiran MUI dan FKUB dalam proses klarifikasi dilakukan agar persoalan tersebut bisa disikapi secara bijak.

“Polres Bontang menghadirkan MUI dan FKUB Kota Bontang dalam proses klarifikasi agar permasalahan ini dapat disikapi secara objektif dan bijak. Langkah ini juga sebagai upaya meredam polemik serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di tengah masyarakat,” ucapnya.

Polres Bontang juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Warga diminta tidak mudah terpancing oleh konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan, terutama yang berkaitan dengan isu SARA.

Kepolisian memastikan akan terus melakukan monitoring melalui patroli siber. Upaya itu dilakukan untuk mencegah penyebaran konten provokatif yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000556

article 138000557

article 138000558

article 138000559

article 138000560

article 138000561

article 138000562

article 138000563

article 138000564

article 138000565

article 138000566

article 138000567

article 138000568

article 138000569

article 138000570

article 138000571

article 138000572

article 138000573

article 138000574

article 138000575

article 138000576

article 138000577

article 138000578

article 138000579

article 138000580

article 138000581

article 138000582

article 138000583

article 138000584

article 138000585

article 138000586

article 138000587

article 138000588

article 138000589

article 138000590

article 138000591

article 138000592

article 138000593

article 138000594

article 138000595

article 138000596

article 138000597

article 138000598

article 138000599

article 138000600

article 138000601

article 138000602

article 138000603

article 138000604

article 138000605

article 138000606

article 138000607

article 138000608

article 138000609

article 138000610

article 138000611

article 138000612

article 138000613

article 138000614

article 138000615

article 208000451

article 208000452

article 208000453

article 208000454

article 208000455

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 228000316

article 228000317

article 228000318

article 228000319

article 228000320

article 228000321

article 228000322

article 228000323

article 228000324

article 228000325

article 228000326

article 228000327

article 228000328

article 228000329

article 228000330

article 228000331

article 228000332

article 228000333

article 228000334

article 228000335

article 238000281

article 238000282

article 238000283

article 238000284

article 238000285

article 238000286

article 238000287

article 238000288

article 238000289

article 238000290

article 238000291

article 238000292

article 238000293

article 238000294

article 238000295

article 238000296

article 238000297

article 238000298

article 238000299

article 238000300

article 238000301

article 238000302

article 238000303

article 238000304

article 238000305

article 238000306

article 238000307

article 238000308

article 238000309

article 238000310

article 238000311

article 238000312

article 238000313

article 238000314

article 238000315

article 238000316

article 238000317

article 238000318

article 238000319

article 238000320

sumbar-238000256

sumbar-238000257

sumbar-238000258

sumbar-238000259

sumbar-238000260

sumbar-238000261

sumbar-238000262

sumbar-238000263

sumbar-238000264

sumbar-238000265

sumbar-238000266

sumbar-238000267

sumbar-238000268

sumbar-238000269

sumbar-238000270

sumbar-238000271

sumbar-238000272

sumbar-238000273

sumbar-238000274

sumbar-238000275

sumbar-238000276

sumbar-238000277

sumbar-238000278

sumbar-238000279

sumbar-238000280

sumbar-238000281

sumbar-238000282

sumbar-238000283

sumbar-238000284

sumbar-238000285

sumbar-238000286

sumbar-238000287

sumbar-238000288

sumbar-238000289

sumbar-238000290

sumbar-238000291

sumbar-238000292

sumbar-238000293

sumbar-238000294

sumbar-238000295

sumbar-238000296

sumbar-238000297

sumbar-238000298

sumbar-238000299

sumbar-238000300

sumbar-238000301

sumbar-238000302

sumbar-238000303

sumbar-238000304

sumbar-238000305

sumbar-238000306

sumbar-238000307

sumbar-238000308

sumbar-238000309

sumbar-238000310

sumbar-238000311

sumbar-238000312

sumbar-238000313

sumbar-238000314

sumbar-238000315

sumbar-238000316

sumbar-238000317

sumbar-238000318

sumbar-238000319

sumbar-238000320

news-1701