Ilustrasi AIBONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang mengusulkan pengadaan senapan bius untuk penanganan buaya yang kerap muncul di wilayah pesisir.
Kepala Disdamkartan Bontang Amiluddin mengatakan, usulan itu dinilai penting karena proses evakuasi buaya selama ini masih cukup berisiko, terutama saat satwa tersebut berada di perairan.
“Penanganannya cukup berisiko. Kalau buayanya berada di air, kami biasanya harus menunggu air surut dulu baru bisa melakukan penangkapan,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, petugas saat ini masih mengandalkan perlengkapan yang terbatas ketika harus menangani buaya dari jarak dekat. Kondisi itu membuat proses evakuasi tidak selalu bisa dilakukan cepat.
Karena itu, senapan bius dianggap bisa menjadi pilihan yang lebih aman saat petugas menghadapi buaya di lapangan. Alat tersebut juga diharapkan bisa membantu mempercepat penanganan saat ada laporan dari warga.
“Rencana pengadaan itu akan diajukan pada anggaran perubahan tahun 2026, dan kemungkinan rencana ini sudah mendapatkan lampu hijau,” katanya.
Disdamkartan mengusulkan sekitar lima unit senapan bius. Jika disetujui, peralatan itu akan dibagi ke beberapa pos agar respons petugas bisa lebih cepat.
Amiluddin menjelaskan, senapan bius nantinya ditempatkan di Pos Damkar Loktuan, Pos Berbas, serta Markas Komando Disdamkartan di Jalan Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala.
Ia menyebut, personel Disdamkartan juga dinilai sudah siap menggunakan peralatan tersebut. Sebab, petugas sebelumnya telah mendapat pelatihan melalui program Basarnas.
“Untuk penggunaan barang tersebut, personel kami sebenarnya sudah mendapat pelatihan melalui program Basarnas, jadi secara kemampuan sudah siap,” jelasnya.
Selain mengusulkan pengadaan alat, Disdamkartan juga berencana menyiapkan aturan teknis terkait penggunaan senapan bius itu. Penyusunan regulasi akan dilakukan melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Sub Sumber Daya Pesisir.
Tidak ada komentar